Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Tanker Rusia Diserbu dan Disita Amerika, Ini Tanggapan Keras Moskow
Advertisement . Scroll to see content

Armenia Klaim Perbatasannya Diserang Azerbaijan Tengah Malam

Kamis, 09 Desember 2021 - 18:18:00 WIB
Armenia Klaim Perbatasannya Diserang Azerbaijan Tengah Malam
Tentara Azerbaijan berparade untuk merayakan 1 tahun kemenangan dalam Perang Nagorno-Karabakh, 27 September 2021. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

YEREVAN, iNews.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Armenia mengklaim perbatasannya diserang militer Azerbaijan tadi malam. Menurut Yerevan, serangan artileri dari sisi perbatasan negara tetangganya itu berhasil ditangkis.

“Pada malam hari Tanggal 8 Desember (2021), Angkatan Bersenjata Azerbaijan mulai menembak dengan berbagai senjata api kaliber ke arah Angkatan Bersenjata Republik Armenia yang ditempatkan di bagian timur perbatasan Armenia-Azerbaijan,” demikian pernyataan Kemhan Armenia di situs resminya, Kamis (9/12/2021).

“Tembakan musuh dapat dipadamkan dengan tindakan balas dendam. Tidak ada korban di pihak Armenia,” ungkap pernyataan itu lagi, seperti dikutip kembali kantor berita Sputnik.

Kemhan Armenia pun meminta pihak Azerbaijan untuk menahan diri dari tindakan provokatif, yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.

Kedua pihak baru-baru ini sepakat untuk membuat garis pemisah perbatasan dan demiliterisasi. Pada 26 November lalu, Presiden Armenia Ilham Aliyev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan di Sochi, Rusia.

Dalam pertemuan itu, ketiganya membahas prospek normalisasi hubungan Armenia-Azerbaijan dan langkah-langkah untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di perbatasan. Pertemuan itu menyusul bentrokan sengit di perbatasan kedua negara yang bertikai, yang meletus pada pertengahan November. 

Lebih dari 12 tentara dari kedua belah pihak tewas dan puluhan personel militer lainnya terluka.

Eskalasi konflik yang telah berlangsung lama lebih dari setahun yang lalu dan menjadi yang paling mematikan dalam sejarah perselisihan kedua negara, telah merenggut 15.000 nyawa. Konflik itu juga memiliki dampak ekonomi dan politik yang besar di Armenia.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut