Kisah Sergei Krikalev, Kosmonaut Terakhir Uni Soviet 311 Hari Terombang-ambing di Luar Angkasa
JAKARTA, iNews.id – Kisah Sergei Krikalev menjadi salah satu cerita paling dramatis dalam sejarah penjelajahan luar angkasa. Dia berangkat ke orbit sebagai warga Uni Soviet, namun kembali ke Bumi sebagai warga negara Rusia setelah negaranya runtuh.
Peristiwa itu terjadi pada 1991 hingga 1992, saat situasi politik di Moskow memanas dan Uni Soviet berada di ambang kehancuran. Di tengah gejolak tersebut, Krikalev justru berada 400 kilometer di atas permukaan Bumi, menjalankan misi ilmiah di stasiun luar angkasa.
Pada Mei 1991, dia diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur menuju stasiun luar angkasa Mir untuk misi yang direncanakan berlangsung selama 5 bulan. Misi itu awalnya berjalan normal tanpa kendala berarti.
Namun, Agustus 1991 menjadi titik balik besar dalam sejarah Uni Soviet. Kudeta gagal mengguncang pemerintahan pusat, republik-republik mulai memisahkan diri, dan kondisi ekonomi memburuk drastis.
Di orbit, Krikalev dan timnya menerima kabar perubahan politik tersebut secara terbatas. Ketidakpastian menyelimuti komunikasi dengan Bumi, termasuk soal kepastian jadwal kepulangannya.
Situasi ekonomi yang kacau membuat anggaran program luar angkasa terganggu. Pemerintah yang tengah bertransformasi kesulitan membiayai misi rotasi kru dan pemulangan kosmonaut sesuai jadwal.
Akibatnya, Krikalev tidak dapat kembali sesuai rencana pada Oktober 1991. Dia tetap berada di stasiun Mir demi menjaga operasional fasilitas tersebut yang menjadi aset teknologi penting.