AS Ancam Komandan Pasukan Elite Iran yang Baru Akan Bernasib Sama dengan Soleimani

Anton Suhartono ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 14:01 WIB
AS Ancam Komandan Pasukan Elite Iran yang Baru Akan Bernasib Sama dengan Soleimani

Brian Hook (Foto: AFP)

DAVOS, iNews.id - Komandan pasukan elite Quds, Garda Revolusi Iran, yang baru Esmail Qaani akan bernasib sama dengan pendahulunya, Qasem Soleimani, jika membunuh warga Amerika Serikat (AS).

Ancaman itu disampaikan perwakilan khusus AS untuk Iran Brian Hook seperti dilaporkan surat kabar berbahasa Arab Asharq Al Awsat.

"Jika (Esmail) Qaani mengikuti langkah yang sama membunuh warga AS maka dia akan bernasib sama," kata Hook, seperti dilaporkan kembali Reuters, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Iran Tunjuk Esmail Qaani sebagai Komandan Pasukan Elite yang Baru Gantikan Soleimani

Dia pun menegaskan, Presiden Donald Trump telah berjanji bahwa serangan apa pun terhadap warga atau kepentingan AS akan dibalas dengan tegas.

"Ini bukan ancaman baru. Presiden selalu mengatakan bahwa dia akan merespons dengan tegas, untuk melindungi kepentingan AS," kata Hook.

Soleimani tewas dalam serangan drone yang dilakukan AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.

Setelah itu, pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei menunjuk wakil Soleimani, Esmail Qaani, menjadi komandan pasukan elite yang memiliki tugas khusus di luar negeri itu.

Trump menyebut Soleimani dibunuh karena akan meledakkan kedubes AS di Irak. Selain itu Soleimani juga dituduh sebagai otak di balik serangan dan demonstrasi di kedubes AS.

Baca Juga: Trump Kisahkan Menit demi Menit Serangan Drone yang Menewaskan Jenderal Iran Soleimani

Saat menjamu para donatur Partai Republik di resor Florida, Trump mengisahkan secara rinci menit demi menit serangan drone yang menewaskan Soleimani.

Dia memantau serangan itu melalui kamera yang berada di udara beberapa kilometer di atas lokasi.

"Dia mengatakan hal-hal buruk tentang negara kita. Dia berkata seperti, 'Kami akan menyerang negara Anda. Kami akan membunuh warga Anda'. Saya mengatakan, ‘Dengar, berapa banyak omong kosong yang harus kita dengarkan’,” Kata Trump, kepada tamu.

Dia kemudian menggambarkan serangan itu, meminta kepada perwira militer untuk mengabarkan setiap perkembangan langsung kepadanya di Washington.

"Mereka berkata, 'Pak, ini dari, Anda tahu, kamera yang bermil-mil di langit. Mereka sedang bersama-sama, Pak. Mereka punya 2 menit dan 11 detik. Tidak ada omong kosong. Mereka memiliki 2 menit dan 11 detik untuk hidup Pak, mereka ada di mobil, mereka naik kendaraan lapis baja Pak, mereka punya waktu sekitar 1 menit untuk hidup Pak, 30 detik, 10, sembilan, delapan, lalu tiba-tiba, boom. Mereka tewas, Pak.”


Editor : Anton Suhartono