Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 15 Tuntutan AS vs Iran Terungkap: Syarat Damai Bertolak Belakang, Mungkinkah Deal atau Buntu?
Advertisement . Scroll to see content

AS Bakal Gelontorkan Rp2,2 Triliun untuk Upgrade Rudal HAWK Ukraina

Rabu, 10 April 2024 - 07:59:00 WIB
AS Bakal Gelontorkan Rp2,2 Triliun untuk Upgrade Rudal HAWK Ukraina
Dua tentara dari resimen artileri antipesawat Angkatan Darat Italia memeriksa peluncur rudal HAWK yang menjaga Olimpiade Musim Dingin Torino 2006 dekat Turin, Italia 24 Februari 2006. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.idAmerika Serikat menyetujui kemungkinan belanja untuk pemeliharaan dan peningkatan sistem rudal pertahanan udara HAWK Fase III senilai 138 juta dolar AS (hampir Rp2,2 triliun) ke Ukraina. Hal itu diungkapkan oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) dalam siaran persnya.

“Departemen Luar Negeri AS telah mengambil keputusan untuk menyetujui kemungkinan penjualan militer asing kepada Pemerintah Ukraina atas pemeliharaan sistem rudal HAWK Fase III dan elemen terkait logistik dan dukungan program dengan perkiraan biaya sebesar 138 juta dolar AS,” bunyi rilis tersebut, Selasa (9/4/2024).

Menurut badan itu, paket bantuan kali ini akan mencakup rekayasa dan integrasi untuk komunikasi dan interoperabilitas, perbaikan dan perombakan sistem unit penembakan pertahanan udara HAWK. Selain itu, ada juga komponen sertifikasi ulang rudal, tool kit, peralatan uji, dan suku cadang.

AS mulai mengirimkan rudal pencegat HAWK ke Ukraina pada 2022. Rudal itu memiliki jangkauan yang lebih jauh daripada sistem rudal pertahanan udara Stinger yang diluncurkan di bahu.

Selama dua tahun terakhir, Ukraina telah menerima beberapa sistem pertahanan udara, termasuk sistem Patriot buatan AS. Peralatan tempur itu digunakan militer Kiev untuk menangkis serangan Rusia.

Meskipun Ukraina telah kehabisan banyak dana yang bersumber dari Washington DC, Kiev masih memperoleh hibah sebesar 300 juta dolar AS dalam bentuk pembiayaan militer asing sebagai bagian dari RUU belanja pertahanan tahunan yang baru-baru ini ditandatangani menjadi undang-undang di AS.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut