AS Blokade Pelabuhan, Iran: Sama Saja Ajak Perang
TEHERAN, iNews.id - Iran mengecam keras langkah Amerika Serikat (AS) yang tetap memblokade pelabuhan-pelabuhannya meski gencatan senjata diperpanjang. Teheran menilai tindakan tersebut setara dengan serangan militer dan menegaskan respons balasan diperlukan.
Penasihat ketua parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menyebut blokade laut yang dilakukan AS tidak bisa dianggap sebagai langkah damai. Menurut dia, tindakan itu sama saja dengan agresi terbuka terhadap kedaulatan Iran.
“Melanjutkan blokade laut tidak berbeda dengan melancarkan serangan, dan respons militer diperlukan,” katanya, yang berarti bentuk pelanggaran atas gencatan senjata.
Sikap keras Iran muncul setelah Presiden Donald Trump secara sepihak mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Teheran. Padahal, pemerintah Iran menegaskan tidak pernah mengajukan permintaan tersebut.
Nah, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Punya Banyak Amunisi untuk Perang Panjang
Kantor berita Tasnim melaporkan, tidak ada proposal dari Iran untuk memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya disepakati selama dua pekan dan berakhir pada Rabu (22/4/2026).
Meski memperpanjang gencatan senjata, AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute vital perdagangan energi dunia, sehingga langkah tersebut dinilai semakin memperkeruh situasi.
Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran malah Siap Perang Lagi
Trump menegaskan perpanjangan itu dilakukan hingga Iran mengajukan proposal damai. Dia juga mengklaim keputusan tersebut dipengaruhi permintaan pejabat Pakistan, yakni Panglima Militer Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Di sisi lain, Iran menilai langkah AS memperpanjang gencatan senjata hanya sebagai taktik untuk mengulur waktu, bukan upaya serius menuju perdamaian.
Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan angkatan bersenjata Iran saat ini berada dalam kondisi siaga penuh.
“Angkatan bersenjata kami telah lama berada dalam kesiapan tempur 100 persen,” ujarnya.
Dia menambahkan, jika terjadi serangan atau tindakan lanjutan terhadap Iran, pihaknya siap memberikan balasan keras terhadap target yang telah ditentukan.
Editor: Anton Suhartono