AS Cabut Status Terorisme, Presiden Suriah: Lembaran Baru Dibuka, Noda Hitam Dihapus
Tak lupa Presiden Suriah mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas keputusan yang disebutnya bersejarah itu. Trump menyampaikan rencana itu kepada Kongres pada 8 Juli dan mendapat tanggapan positif.
Pencabutan status tersebut dinilai dapat memberi ruang lebih besar bagi Suriah untuk memulihkan perekonomiannya setelah bertahun-tahun menghadapi berbagai tekanan dan pembatasan. AS menetapkan Suriah sebagai Negara Pendukung Terorisme sejak 1979.
“Sejalan dengan janji Presiden Trump untuk memberi keringanan sanksi kepada Suriah, Departemen Luar Negeri AS hari ini mencabut penetapan Suriah sebagai Negara Pendukung Terorisme,” bunyi pernyataan Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS, Senin.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan, keputusan tersebut memungkinkan Suriah untuk melakukan revitalisasi dan mendorong kemajuan ekonomi. Pemerintahan Trump, kata dia, juga akan terus berupaya menciptakan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyambut keputusan Washington tersebut sebagai pembuka “babak baru” dalam hubungan internasional negaranya.
Dengan dicabutnya status tersebut, Damaskus berharap terbuka peluang lebih besar untuk membangun kembali infrastruktur dan perekonomian yang terdampak konflik berkepanjangan.
Editor: Anton Suhartono