AS dan India Gelar Latihan Perang di Samudera Hindia, Ada Apa?

Antara ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 19:18:00 WIB
AS dan India Gelar Latihan Perang di Samudera Hindia, Ada Apa?
Kapal Induk USS Nimitz (CVN 68) milik Amerika Serikat. (Foto: AFP)

PORT BLAIR, iNews.id – Sejumlah kapal Angkatan Laut India menggelar latihan gabungan dengan pasukan dari kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz (CVN 68), di Samudra Hindia, Senin (20/7/2020). Latihan itu diadakan di dekat Kepulauan Andaman dan Nikobar, India, yang berdekatan dengan Selat Malaka.

India mempunyai pangkalan militer di kepulauan tersebut. Latihan perang gabungan India dan AS kali ini sebagai tanda peningkatan kerja sama kemiliteran antara kedua negara.

Latihan gabungan itu dilakukan saat situasi di Laut China Selatan memanas belakangan ini, khususnya antara China dan negara-negara di kawasan, serta AS—yang telah mengirimkan dua kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, ke perairan tersebut.

Hubungan India dengan China juga mengalami ketegangan setelah terjadi bentrokan maut di sebuah perbatasan yang disengketakan kedua negara, Juni lalu. Dengan begitu, India didorong menjalin kerja sama yang lebih erat dengan AS dan negara-negara sekutunya, termasuk Jepang, untuk menyeimbangkan keamanan di kawasan.

Laksamana Muda Jim Kirk, komandan grup tempur Kapal Induk Nimitz, menyebut latihan gabungan dengan Angkatan Laut India itu membantu meningkatkan pertukaran informasi dan pengalaman kedua pasukan.

“Selagi melakukan operasi bersama, pasukan Angkatan Laut AS dan India menggelar latihan kelas atas yang diatur untuk memaksimalkan pelatihan dan interoperabilitas (pertukaran informasi, pengalaman), termasuk pertahanan udara,” tulis Angkatan Laut AS dalam keterangannya, dikutip Reuters, Selasa (21/7/2020).

Lebih lanjut, disebutkan bahwa kelompok tempur Kapal Induk Nimitz dikirimkan ke Samudra Hindia untuk mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Tahun ini, India dijadwalkan menjadi tuan rumah untuk latihan gabungan dengan AS dan Jepang di Teluk Benggala, yang kemungkinan juga akan menyertakan Australia. Sementara China, sebelumnya, menentang latihan militer multilateral semacam itu dilakukan di kawasan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil