AS dan Iran Saling Serang di Tengah Negosiasi Damai
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRGC memperingatkan bahwa jika serangan AS terus berlanjut, respons Iran akan berbeda dan Washington harus bertanggung jawab atas segala konsekuensinya.
AS dan Iran telah beberapa kali saling melancarkan serangan sejak menyepakati gencatan senjata pada awal April. Pekan lalu, Iran juga diketahui menargetkan sebuah pangkalan udara AS.
Perundingan mengenai kesepakatan damai antara kedua negara berjalan lambat akibat perbedaan pandangan dalam sejumlah isu, termasuk masa depan program nuklir dan rudal Iran.
Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial meminta pihak-pihak yang mengkritik lambatnya proses perundingan untuk terus menunggu.
"Iran benar-benar ingin mencapai kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi Amerika Serikat dan mereka yang bersama kami," tulis Trump.
Perang yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari telah menewaskan ribuan orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon, serta 13 personel militer AS.
Konflik tersebut juga memicu lonjakan harga energi global setelah Iran merespons dengan secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum perang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.