Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirut Dana Syariah Indonesia Minta Kasus Dugaan Penipuan Rp2,4 Triliun Diselesaikan Lewat RJ
Advertisement . Scroll to see content

AS Deportasi Raja Pemalsu Anggur Rudy Kurniawan ke Indonesia

Rabu, 14 April 2021 - 11:59:00 WIB
AS Deportasi Raja Pemalsu Anggur Rudy Kurniawan ke Indonesia
Rudy Kurniawan. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id Rudy Kurniawan, penipu dan pemalsu minuman anggur (wine) yang menghebohkan AS lebih dari satu dekade silam, telah dideportasi ke Indonesia. Pria berumur 44 tahun itu dideportasi minggu lalu, dengan penerbangan komersial dari Bandara Internasional Dallas/Fort Worth, Texas, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Pemulangan Rudy terungkap lewat pernyataan tertulis Bea Cukai dan Penegakan Imigrasi AS yang dirilis pada Selasa (13/4/2021). “Dia (Rudy) adalah ancaman keamanan publik karena kejahatannya sangat parah,” demikian bunyi pernyataan itu, dikutip SCMP, Rabu (14/4/2021).

Rudy, yang memiliki nama lahir Zhen Wang Huang, melakukan perjalanan ke AS dengan visa pelajar pada 1990-an. Setelah visanya habis, dia diperintahkan meninggalkan AS secara sukarela oleh otoritas negeri Paman Sam. Akan tetapi, dia memilih tetap tinggal di negara itu secara ilegal.

SCMP melansir, keluarga Rudy terbilang kaya raya. Harta kekayaan mereka antara lain diperoleh dari menjalankan bisnis distributor bir di Indonesia. Dia juga keponakan dari buron koruptor kelas kakap, Eddy Tansil.

Rudy dihukum karena kasus pemalsuan surat dan penipuan kawat pada 2013 di Pengadilan Federal New York. Dia menghabiskan tujuh tahun penjara di kota itu. Laki-laki itu lalu dideportasi setelah dibebaskan dari penjara dan dimasukkan ke tahanan imigrasi pada November lalu.

Jaksa penuntut dalam persidangan di New York beberapa tahun lalu mengatakan, Rudy meraup jutaan dolar AS antara 2004 hingga 2012 dengan memasukkan anggur Napa dan Burgundy yang lebih murah ke dalam botol palsu di rumahnya di pinggiran Los Angeles. Anggur-anggur yang dia palsukan itu telah menipu banyak sekali orang kaya di seluruh dunia.

Rudy, pun berhasil membangun reputasi dirinya sebagai pembeli dan penjual anggur langka. Dari situ dia meraup puluhan juta dolar dalam berbagai lelang anggur. Kolektor anggur lainnya menjulukinya “Dr Conti” karena kecintaannya pada anggur Burgundy, Domaine de la Romanée-Conti.

Sepak terjangnya dalam kejahatan itu diceritakan kembali dalam film dokumenter Netflix 2016 berjudul Sour Grapes, dan dalam episode The Con di kanal ABC.

Dalam satu lelang pada 2006, Rudy melego anggur senilai 24,7 juta dolar AS. Itu adalah rekor harga harga untuk satu penerima barang.

Namun, kelicikannya mulai terkuak setelah beberapa kiriman yang dia ajukan untuk dilelang ternyata palsu. Pada 2007, saat berusaha menjual Château Le Pin produksi 1982 di rumah lelang Cristie's di Los Angeles, perwakilan Le Pin menemukan bahwa botol yang digunakan Rudy adalah palsu. Mereka pun menghubungi pihak Cristie's, sehingga lelang pun dibatalkan.

Pada 2008, sebanyak 22 lot anggur Domaine Ponsot senilai lebih dari 600.000 dolar AS dari Rudy ditarik dari penjualan karena keasliannya yang diragukan.

Satu botol Domaine Ponsot yang hendak dijual Rudy dalam lelang pada 2008 diklaim dibuat pada 1929. Padahal, produsen anggur yang bersangkutan tidak melakukan pembotolan sampai 1934. 

Secara keseluruhan, Rudy diduga telah menjual sebanyak 12.000 botol wine palsu. Bahkan, banyak di antaranya mungkin masih menjadi barang koleksi orang-orang berduit.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut