AS Dilaporkan Akan Tutup Konsulat Jenderal di Medan
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) akan menutup lima misi diplomatik yakni kedutaan besar maupun konsulat jenderal di luar negeri, salah satunya di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Departemen Luar Negeri (Deplu) AS telah memberitahu Kongres terkait rencana tersebut.
Dalam pemberitahuan kepada beberapa politisi dari komite terkait di DPR AS, Deplu AS menyebut akan menutup Kedutaan Besar di St George's, Grenada; Konsulat Jenderal Nagoya, Jepang; Konsulat Jenderal Medan; Konsulat Jenderal Douala, Kamerun; dan kantor cabang kedutaan Winnipeg, Kanada.
Rencana ini cukup mengejutkan karena kantor misi diplomatik yang ditutup tak berada di wilayah rawan konflik atau terkait masalah geopolitik tertentu.
Namun pada masa awal pemerintahan Trump yang menjabat sejak Januari 2025, Deplu AS memang mempersiapkan penutupan belasan misi diplomatik. Langkah itu disebut bagian dari upaya Turmp mengubah birokrasi menjadi selaras dengan agenda "America First".
Bahkan Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih mendorong penutupan misi diplomatik lebih banyak lagi, menargetkan hingga 30 kantor.
Beberapa pejabat Trump berpendapat, beberapa misi diplomatik asing yang kecil tidak penting dan pemborosan.
Rencana tersebut ditentang politisi Partai Demokrat dan beberapa mantan pejabat kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS. Mereka menilai pengurangan jejak diplomatik AS, ditambah pembubaran Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), berisiko melemahkan kepemimpinan AS secara global. Mereka juga mengkhawatirkan peran USAID dan absennya misi diplomatik AS akan dimanfaatkan oleh Rusia dan China.
Deplu AS mengalami efisiensi besar-besaran di awal pemerintahan Trump, memangkas puluhan biro dan memecat ratusan staf. Namun saat itu belum ada rencana menutup misi diplomatik asing.
Berbeda dengan pemerintahan Joe Biden (2021-2024), AS justru membuka lebih banyak misi diplomatik, semuanya di kawasan Pasifik. Tujuannya untuk memperkuat pengaruh AS yang bersaing dengan China.
China tidak memiliki misi diplomatik di Douala atau Winnipeg, namun memiliki kehadiran diplomatik di St George, Nagoya, dan Medan.
Editor: Anton Suhartono