Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukti Ganasnya Pembalasan Iran, Foto-Foto Kehancuran Pangkalan Militer AS Dirilis Media
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rabu, 16 September 2026 - 17:18:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Nilai tukar rupiah ditutup turun tipis 2 poin ke Rp17.696 per dolar AS pada perdagangan, Rabu (16/9/2026). (Foto: Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan, Rabu (16/9/2026). Mata uang garuda turun tipis 2 poin ke level Rp17.696 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal berupa ancaman krisis energi Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bungaThe Fed, serta faktor internal terkait tantangan fiskal dan kenaikan utang luar negeri yang diprediksi masih menahan rupiah di zona pelemahan pada perdagangan besok.

"Tekanan terhadap rupiah hari ini dipicu oleh akumulasi ketidakpastian global dan dinamika internal yang menahan selera risiko investor. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan membayangi langkah rupiah pada perdagangan Kamis besok dengan kecenderungan ditutup di zona merah," ujar Ibrahim dalam analisisnya, Rabu (16/9/2026).

Dari sisi eksternal, lonjakan ketegangan geopolitik kian mengancam stabilitas pasokan energi dunia. Awal bulan ini, kelompok Houthi berhasil menguasai posisi strategis di sepanjang Laut Merah yang memicu rentetan serangan terhadap kapal tanker di Selat Bab el-Mandeb. 

Agresi militer tersebut berpotensi mengganggu 4 hingga 5 persen pasokan minyak global ke Arab Saudi, sementara friksi berkepanjangan antara AS dan Iran membuat arus minyak di Selat Hormuz tertahan jauh di bawah kapasitas normal sebelum konflik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut