AS Ikut Lobi Saudi agar Terima Bantuan Israel Lawan Houthi, Pangeran MBS Tetap Menolak
Sikap itu menjadi penghalang utama bagi upaya Israel membangun hubungan resmi dengan kerajaan tersebut, meskipun keduanya menghadapi sejumlah persoalan keamanan di kawasan yang sama.
Perjanjian Abraham, yang menjadi kerangka normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab, dipandang Israel sebagai jalur untuk memperluas hubungan regional. Namun, Arab Saudi belum mengikuti langkah negara-negara yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel melalui kesepakatan tersebut.
Penolakan MBS terhadap tawaran bantuan militer itu menunjukkan bahwa kerja sama menghadapi ancaman bersama tidak otomatis membuka jalan bagi normalisasi diplomatik.
Konflik Saudi-Houthi Kembali Memanas
Arab Saudi terlibat dalam konflik Yaman sejak Maret 2015 dengan memimpin koalisi militer yang bertujuan memulihkan pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional setelah digulingkan Houthi pada 2014.
Kedua pihak kemudian mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022. Namun, eskalasi kembali meningkat pada Juli lalu.
Di tengah serangan yang kembali meningkat, Saudi menghadapi tantangan untuk melindungi wilayahnya sekaligus menjaga posisi diplomatiknya. Sementara Israel berupaya memanfaatkan peluang kerja sama keamanan untuk memperkuat hubungan dengan Riyadh, pemerintah Saudi tetap menolak tawaran tersebut.
Dengan demikian, keterlibatan AS dalam lobi tidak cukup untuk mengubah keputusan MBS. Persoalan Palestina dan risiko reaksi politik tetap menjadi faktor penting dalam hubungan Saudi-Israel.
Editor: Anton Suhartono