AS Ingatkan Palestina untuk Tidak ‘Bernyanyi’ di PBB soal Rencana Perdamaian Trump

Anton Suhartono · Sabtu, 01 Februari 2020 - 17:33 WIB
AS Ingatkan Palestina untuk Tidak ‘Bernyanyi’ di PBB soal Rencana Perdamaian Trump

Kelly Craft (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Kelly Craft memperingatkan Palestina agar tidak mengungkapkan ketidaksenangan kepada PBB atas rencana perdamaian Timur Tengah yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Selasa lalu.

Craft mengatakan langkah itu hanya akan mengulang kegagalan sebagaimana terjadi dalam 70 tahun terakhir.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas rencananya akan berbicara kepada Dewan Keamanan (DK) PBB dalam 2 pekan untuk menyampaikan sikap pemerintahannya mengenai rencana perdamaian Trump. Hal yang jelas Palestina sudah menyampaikan penolakan, bahkan sejak sebelum Trump mengumumkannya.

Dubes Palestina untuk PBB Mohammad Riyad Mansour menyampaikan harapan bahwa 15 negara anggota DK akan memberikan suara soal rancangan perdamaian tersebut.

AS sebagai anggota tetap DK sudah pasti akan memveto draft usulan resolusi Palestina.

Namun Palestina masih punya kemungkinan menyampaikan draft itu ke 193 negara anggota Majelis Umum PBB, di mana pemungutan suara akan digelar secara terbuka untuk memutuskan menerima atau menolak resolusi Palestina soal rencana perdamaian versi pemerintahan Trump.

Craft mengatakan siap mengantisipasi upaya Palestina itu. Dia menyarankan agar Palestina tak mengungkapkan ketidaksenangan ke PBB, namun membawanya ke jalur negosiasi.

“Menyampaikan ketidaksenangan itu kepada PBB tidak berguna apa-apa selain mengulangi pola yang gagal selama 7 dekade terakhir. Mari kita hindari perangkap itu, alih-alih mengambil kesempatan untuk perdamaian," katanya, dikutip dari Reuters, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Craft, AS siap memfasilitasi pembicaraan dan dia senang memainkan peran apa pun yang bisa berkontribusi pada rencana perdamaian Israel-Palestina sabagaimana diusulkan Trump.

Namun upaya Craft itu tampaknya akan sia-sia karena Dubes Mansour menegaskan, tidak akan ada seorang pun pejabat Palestina yang akan bertemu dengan para pejabat AS, setelah pengumuman Trump.

Editor : Anton Suhartono