Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Terjepit! Perang Ekonomi Iran Baru Dimulai tapi Tawarkan Jalan Keluar
Advertisement . Scroll to see content

AS Ingin Selat Hormuz Dibuka, Iran: Bayar Ganti Rugi Rp5.300 Triliun Dulu!

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:13:00 WIB
AS Ingin Selat Hormuz Dibuka, Iran: Bayar Ganti Rugi Rp5.300 Triliun Dulu!
Amerika Serikat dilaporkan menawarkan pencabutan operasi ekonomi terhadap Iran dengan imbalan pembukaan total Selat Hormuz (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id -Amerika Serikat (AS) dilaporkan menawarkan pencabutan operasi ekonomi terhadap Iran dengan imbalan pembukaan total Selat Hormuz. Namun, Teheran tidak langsung menerima tawaran tersebut namun justru mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk ganti rugi perang senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.317 triliun.

Tuntutan kompensasi tersebut menjadi salah satu dari enam syarat yang diajukan Iran untuk membuka kembali jalur perairan strategis itu. Selain ganti rugi, Iran menuntut pencabutan seluruh sanksi AS, pencairan aset Iran yang dibekukan, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Al Arabiya, Washington bersedia membatalkan operasi ekonomi terhadap Iran jika Teheran membuka sepenuhnya Selat Hormuz. AS juga disebut siap mencabut sanksi dan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Tawaran itu disampaikan AS melalui Kepala Angkatan Bersenjata Pakistan Asim Munir saat berkunjung ke Teheran belum lama ini. Munir bertemu Mohsen Rezaei, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, untuk membahas proposal tersebut.

Namun, Iran menegaskan pencabutan sanksi AS saja tidak cukup untuk membuat Selat Hormuz kembali dibuka.

Dalam tuntutannya, Teheran meminta kompensasi perang sebesar 300 miliar dolar AS atau sekitar RpRp5.317 triliun.

Selain kompensasi, Iran meminta AS mencabut seluruh sanksi yang diberlakukan terhadap negaranya. Teheran juga menuntut pencairan seluruh aset Iran yang dibekukan, yang diperkirakan mencapai 100-123 miliar dolar AS.

Iran juga meminta AS mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut serta menarik seluruh pasukannya dari kawasan.

Syarat terakhir adalah gencatan senjata komprehensif yang tidak hanya mencakup Iran, tetapi juga Lebanon dan Gaza.

Di sisi lain, kepentingan AS terhadap Selat Hormuz sangat besar. Sebelum perang, sekitar 20 persen minyak dunia melewati jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.

Karena itu, pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu kepentingan utama Washington. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia dan gangguan berkepanjangan dapat berdampak terhadap pasokan serta harga minyak global.

Tawaran AS juga muncul setelah Menteri Keuangan Scott Bessent pada Senin (24/8/2026) memberlakukan operasi ekonomi terhadap Iran. Kampanye tersebut berupa sanksi sekunder yang menyasar sejumlah sektor vital, termasuk aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan perkapalan.

Washington berupaya mengisolasi Iran secara finansial melalui tekanan tersebut. Namun, pada saat yang sama, AS disebut siap menghentikan operasi ekonomi jika Iran memenuhi tuntutan utama mengenai Selat Hormuz.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut