AS Jatuhkan Sanksi kepada Istri Presiden Bashar Al Assad terkait Perang Suriah
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap istri Presiden Suriah Bashar Al Assad terkait perang sipil yang mengorbankan banyak warga tak bersalah di negara itu.
Selain istri Assad, puluhan pejabat Suriah dan warga lainnya masuk dalam daftar sanksi terbaru.
"Kami memberlakukan lebih banyak sanksi dan tidak akan berhenti sampai Assad dan rezimnya sampai menghentikan perang brutal terhadap rakyat Suriah," kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dikutip dari AFP, Rabu (17/6/2020).
Dia menambahkan, sanksi tersebut merupakan awal dari serangkaian kampanye berkelanjutan guna memberi tekanan ekonomi dan politik lebih dalam terhadap rezim Assad.
Mesut Ozil Donasi Makanan Buka Puasa untuk Muslim Turki dan Suriah
Sanksi ini diharapkan bisa melumpuhkan kemampuan rezim dalam memerangi dan melakukan kekejaman massal terhadap rakyat Suriah.
Pompeo sebelumnya mengumumkan berlakunya Undang-Undang Caesa, isinya menghukum setiap perusahaan AS yang bekerja sama dengan Assad.
Kuburan Massal Berisi 200 Jasad Warga Suriah Ditemukan di Bekas 'Ibu Kota' ISIS
Pada tahap pertama UU ini menargetkan 39 orang atau entitas, termasuk Presiden Assad serta istrinya, Asma.
Di bawah UU tersebut, aset apa pun yang mereka miliki di AS akan dibekukan.
Menurut Pompeo, Asma, dengan dukungan dari suami dan keluarganya, menjadi salah satu sosok yang mengambil keuntungan besar dari perang Suriah.
Editor: Anton Suhartono