AS Kecam Paket Bantuan Uni Eropa Senilai Rp298 Miliar untuk Iran

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 25 Agustus 2018 - 18:36:00 WIB
AS Kecam Paket Bantuan Uni Eropa Senilai Rp298 Miliar untuk Iran
AS mengecam bantuan dana Uni Eropa senilai jutaan dolar untuk Iran. (Foto: Shutterstock)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengecam rencana paket bantuan Uni Eropa untuk Iran. Kementerian Luar Negeri AS menyebut paket bantuan senilai Rp298 miliar itu seakan mengirimkan pesan yang salah di waktu yang salah.

"Paket bantuan Uni Eropa senilai 20,7 juta dolar melanggengkan kemampuan rezim untuk mengabaikan kebutuhan rakyatnya dan menghambat perubahan kebijakan yang berarti," demikian pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook.

"Lebih banyak uang di tangan Ayatollah berarti lebih banyak uang untuk melakukan pembunuhan di negara-negara Eropa itu sendiri."

Dilaporkan AFP, Sabtu (25/8/2018), saat ini, menurut Hook, rakyat Iran menghadapi kondisi ekonomi sulit akibat gagalnya pemerintahan dan konflik berkepanjangan.

"Rakyat Iran menghadapi tekanan ekonomi yang sangat nyata yang disebabkan oleh korupsi pemerintah mereka, salah urus, dan investasi mendalam dalam terorisme dan konflik luar negeri," ujar Hook.

"Amerika Serikat dan Uni Eropa harus bekerja sama untuk menemukan solusi jangka panjang yang benar-benar mendukung rakyat Iran dan mengakhiri ancaman rezim terhadap stabilitas regional dan global."

Paket bantuan Uni Eropa untuk Iran tersebut diumumkan pada Kamis (23/8) waktu setempat.

Menurut pernyataan Komisi Eropa, dana bantuan tersebut akan digunakan untuk proyek-proyek yang mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Iran, termasuk membantu mengembangkan sektor swasta.

"Dana tersebut merupakan bagian pertama dari paket bantuan senilai 50 juta euro untuk Iran, yang dimaksudkan untuk mendukung Iran dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial," isi pernyataan tersebut.

"Itu bagian dari kerja sama dan keterlibatan baru antara Uni Eropa dan Iran menyusul kesimpulan dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA)," demikian pernyataan Komisi Eropa.

Setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 Iran, AS pada awal Agustus kembali menjatuhkan sanksi atas negara itu dan mengancam negara-negara yang masih bekerja sama dalam perdagangan dengan Iran.

Editor : Nathania Riris Michico