AS Keluarkan Peringatan Perjalanan bagi Warganya di Timur Tengah, Segera Serang Iran?
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS), Jumat (6/11/2026), mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru bagi warganya yang akan bepergian maupun sudah berada di Timur Tengah. Peringatan dikeluarkan terkait situasi keamanan serta spekulasi mengenai rencana serangan terbaru AS dan Israel ke Iran.
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mendesak warga AS di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan dengan alasan meningkatnya ancaman serangan bersenjata oleh kelompok Houthi Yaman.
"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan karena meningkatnya ancaman serangan bersenjata oleh Houthi yang didukung Iran dan upaya Iran untuk menargetkan pejabat pemerintah AS di wilayah tersebut," bunyi pernyataan Deplu AS, di platform media sosial X.
Deplu juga mengingatkan warga AS untuk mewaspadai potensi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan penerbangan di kawasan.
Meski demikian Deplu AS tak memberikan penjelsan rinci mengenai ancaman keamamanan yang dimaksud.
Sebelumnya Penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohammad Moghadamfar, mengancam akan menargetkan para pimpinan musuh jika komandan dan pemimpin negaranya diserang dalam konflik terbaru berikutnya.
“Jika menargetkan komandan dan pemimpin kami kali ini, mereka berarti berharap komandan dan pemimpin sendiri akan terbunuh,” kata Moghadamfar.
Iran juga akan menggunakan metode baru dalam menghadapi perang baru. Pembalasan Iran nantinya tidak lagi bersifat timbal balik atau proporsional, namun berkali-kali lipat.
“Kami akan melampaui titik serangan dan membakar aset mereka, tanpa memandang waktu atau tempat,” ujarnya.
Editor: Anton Suhartono