AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone
Tak lama setelah serangan AS, ledakan terdengar di wilayah Qatar dan Uni Emirat Arab. Otoritas Qatar mengaktifkan peringatan rudal, sementara militernya mengklaim berhasil mencegat proyektil yang ditembakkan Iran. Peringatan serupa juga dikeluarkan Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Teluk Persia.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim sejumlah kapal telah mengabaikan peringatan untuk mengikuti jalur pelayaran yang ditetapkan. Menurut mereka, salah satu kapal terkena tembakan peringatan hingga akhirnya berhenti.
Iran juga mengumumkan Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut serta mengancam akan menyerang pangkalan musuh lainnya di kawasan jika kembali diserang.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS menyasar Bandar Abbas, Sirik dan sejumlah lokasi lain di sepanjang pesisir Selat Hormuz. Hingga kini, pemerintah Iran belum mengungkap jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Eskalasi terbaru ini terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran dan Oman menggelar pembicaraan mengenai Selat Hormuz. Oman menyatakan kedua negara sepakat melanjutkan dialog di tingkat teknis dan politik, tetapi Iran belum memberikan komitmen untuk kembali membuka jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu tuntutan Washington.
Editor: Reza Fajri