AS Tak Ajak Arab Saudi Berunding soal Serangan Udara yang Tewaskan Komandan Pasukan Elite Iran

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 05 Januari 2020 - 22:34 WIB
AS Tak Ajak Arab Saudi Berunding soal Serangan Udara yang Tewaskan Komandan Pasukan Elite Iran

Layar raksasa menampilkan gambar Raja Saudi Salman, kanan, dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, saat presentasi di desa Dakar, di Jiddah, Arab Saudi. (FOTO: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Arab Saudi tidak diajak berkonsultasi oleh sekutunya, Amerika Serikat (AS), mengenai serangan pesawat drone AS yang menewaskan seorang jenderal Iran. Saat ini Saudi tengah berusaha meredakan ketegangan regional yang meningkat akibat serangan udara AS tersebut.

Arab Saudi rentan terhadap kemungkinan pembalasan Iran setelah republik Islam itu bersumpah membalas dendam, setelah serangan yang menewaskan komandan pasukan elite Quds, Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani, di Baghdad.

"Kerajaan Arab Saudi tidak dikonsultasikan mengenai serangan AS," kata seorang pejabat Saudi kepada AFP, yang meminta identitasnya tak dipublikasi, seperti dilaporkan AFP, Minggu (5/1/2020).

"Mengingat perkembangan cepat, kerajaan menekankan pentingnya melakukan penahanan diri untuk menjaga terhadap semua tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi, dengan konsekuensi yang parah," kata pejabat itu, menambahkan.

Kementerian luar negeri Arab Saudi membuat seruan serupa untuk menahan diri pada akhir pekan dan Raja Salman menekankan perlunya langkah-langkah meredakan ketegangan lewat panggilan telepon dengan Presiden Irak Barham Saleh.

Dalam panggilan telepon terpisah dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi, Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menekankan perlunya melakukan upaya menenangkan situasi dan mengurangi ketegangan, seperti dilaproan Saudi Press Agency.

MBS menginstruksikan Pangeran Khalid bin Salman, adik laki-lakinya dan wakil menteri pertahanan, melakukan perjalanan ke Washington dan London dalam beberapa hari ke depan untuk mendesak semua pihak menahan diri.

Pangeran Khalid akan mengunjungi Gedung Putih dan pejabat pertahanan AS.

Pembunuhan Soleimani, yang dipandang sebagai orang paling kuat kedua di Iran, adalah eskalasi yang paling dramatis dalam ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran, dan memicu kekhawatiran akan terjadinya perang di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump, yang memerintahkan serangan itu, memperingatkan bahwa AS akan menyerang Iran dengan sangat cepat jika republik Islam menyerang personel atau aset AS.


Editor : Nathania Riris Michico