WASHINGTON, iNews.id - Arab Saudi tidak diajak berkonsultasi oleh sekutunya, Amerika Serikat (AS), mengenai serangan pesawat drone AS yang menewaskan seorang jenderal Iran. Saat ini Saudi tengah berusaha meredakan ketegangan regional yang meningkat akibat serangan udara AS tersebut.
Arab Saudi rentan terhadap kemungkinan pembalasan Iran setelah republik Islam itu bersumpah membalas dendam, setelah serangan yang menewaskan komandan pasukan elite Quds, Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani, di Baghdad.
"Kerajaan Arab Saudi tidak dikonsultasikan mengenai serangan AS," kata seorang pejabat Saudi kepada AFP, yang meminta identitasnya tak dipublikasi, seperti dilaporkan AFP, Minggu (5/1/2020).
"Mengingat perkembangan cepat, kerajaan menekankan pentingnya melakukan penahanan diri untuk menjaga terhadap semua tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi, dengan konsekuensi yang parah," kata pejabat itu, menambahkan.
Kementerian luar negeri Arab Saudi membuat seruan serupa untuk menahan diri pada akhir pekan dan Raja Salman menekankan perlunya langkah-langkah meredakan ketegangan lewat panggilan telepon dengan Presiden Irak Barham Saleh.