Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ikuti Trump, Google Maps Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Advertisement . Scroll to see content

AS Terjepit! Perang Ekonomi Iran Baru Dimulai tapi Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:51:00 WIB
AS Terjepit! Perang Ekonomi Iran Baru Dimulai tapi Tawarkan Jalan Keluar
Amerika Serikat dilaporkan menawarkan jalan keluar kepada Iran, padahal perang ekonomi yang dilancarkan pemerintahan Presiden Donald Trump baru saja dimulai (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id -Amerika Serikat (AS) dilaporkan menawarkan jalan keluar kepada Iran, padahal perang ekonomi yang dilancarkan pemerintahan Presiden Donald Trump baru saja dimulai.

Washington disebut bersedia membatalkan operasi ekonomi terhadap Iran dengan imbalan Teheran membuka sepenuhnya Selat Hormuz. Tawaran itu juga mencakup pencabutan sanksi dan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Al Arabiya, tawaran tersebut disampaikan Kepala Angkatan Bersenjata Pakistan Asim Munir saat berkunjung ke Teheran belum lama ini. Munir bertemu dengan Mohsen Rezaei, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, untuk membahas proposal tersebut.

Tawaran ini muncul tak lama setelah Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent memberlakukan operasi ekonomi terhadap Iran pada Senin (24/8/2026). Kampanye tersebut berupa sanksi sekunder yang menyasar jalur-jalur ekonomi vital Iran.

Sanksi Washington mencakup sejumlah sektor, mulai dari aset digital, teknologi, emas, penerbangan hingga industri perkapalan. Tujuan utamanya adalah mengisolasi Iran secara finansial dan semakin menekan perekonomian negara tersebut.

Namun, di tengah tekanan tersebut, AS disebut menawarkan penghentian operasi ekonomi jika Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Selat Hormuz memiliki arti strategis bagi AS dan perekonomian dunia. Dalam kondisi normal sebelum perang, sekitar 20 persen minyak global melewati jalur perairan yang berada di antara Iran dan Oman tersebut.

Karena itu, pembukaan Selat Hormuz menjadi kepentingan besar bagi AS dan negara-negara yang bergantung pada kelancaran pasokan energi melalui jalur tersebut.

Tawaran AS itu merupakan bagian terpisah dari proposal perdamaian sebelumnya dan bertujuan menghidupkan kembali Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang diteken para pemimpin AS dan Iran pada Juni lalu.

Namun, Iran dilaporkan tidak bersedia mengubah persyaratan pembukaan Selat Hormuz. Teheran menilai pencabutan sanksi saja tidak cukup sebagai imbalan untuk membuka jalur strategis tersebut.

Iran sebelumnya menetapkan enam syarat kepada AS, yakni ganti rugi perang sebesar 300 miliar dolar AS, pencabutan seluruh sanksi, pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan blokade maritim, penarikan seluruh pasukan AS dari kawasan, serta gencatan senjata komprehensif yang mencakup Lebanon dan Gaza.

Dengan demikian, posisi kedua negara masih berseberangan. AS menginginkan jaminan Selat Hormuz dibuka secara bebas sebagai imbalan penghentian tekanan ekonomi, sementara Iran menuntut konsesi yang jauh lebih luas.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa Selat Hormuz kini menjadi salah satu kartu tawar paling penting dalam konfrontasi Washington dan Teheran.

Bagi AS, membuka kembali jalur tersebut berarti memastikan kelancaran perdagangan energi global. Bagi Iran, Selat Hormuz menjadi alat untuk menekan Washington agar memenuhi tuntutan politik, ekonomi, dan militernya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut