AS Tuduh China Manfaatkan Kasus George Floyd sebagai Propaganda

Anton Suhartono ยท Minggu, 07 Juni 2020 - 08:23:00 WIB
AS Tuduh China Manfaatkan Kasus George Floyd sebagai Propaganda
Mike Pompeo (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menuduh China menggunakan demonstrasi rusuh terkait kematian pria kulit hitam George Floyd sebagai propaganda.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menybut, China menggunakan demonstrasi Floyd untuk membenarkan penyangkalan atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap rakyatnya.

"Seperti halnya kediktatoran sepanjang sejarah, tidak ada kebohongan yang menjijikkan, demi melayani nafsu partai berkuasa. Propaganda menggelikan ini seharusnya tidak membodohi siapa pun," kata Pompeo, merujuk pada Partai Komunis China, seperti dikutip dari AFP, Minggu (7/6/2020).

Pompeo menambahkan, dalam beberapa hari terakhir China terus-menerus menghina kebenaran dan mencemooh hukum.

"Upaya propaganda Partai Komunis China, berusaha untuk mengacaukan tindakan Amerika Serikat setelah kematian George Floyd dengan penolakan terhadap HAM dan kebebasan (Hong Kong), harus dilihat sebagai penipuan yang sebenarnya," tulis Pompeo.

China berulang kali mengkritik AS terkait demonstrasi kematian pria 46 tahun itu. Perang urat saraf kedua negara sudah berlangsung sejak lama, dan terparah sejak pemerintahan Donald Trump.

Belakangan, AS mengecam dan menuduh China menutupi wabah virus corona sejak awal hingga menjalarke seluruh dunia. Ha lain adalah untuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong serta soal pelantikan presiden Taiwan.

China pun membalas melalui kasus pembunuhan Floyd oleh polisi kulit putih di Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada 1 Juni menyebut protes anti-rasisme menunjukkan kemunafikan AS. Dia juga menyebut rasisme sebagai penyakit kronis masyarakat AS.

Dia menyebut respons pemerintah AS terhadap kematian Floyd merupakan bukti standar ganda paling kentara di dunia.

Editor : Anton Suhartono