Asosiasi Dokter Sebut Filipina Kalah dalam Perang Melawan Virus Corona

Anton Suhartono ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 10:19 WIB
Asosiasi Dokter Sebut Filipina Kalah dalam Perang Melawan Virus Corona

Asosiasi dokter Filipina menyebut negara kalah dalam perang melawan virus corona (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Puluhan organisasi dokter di Filipina memperingatkan negara kalah dalam melawan virus corona. Mereka mendesak Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan lockdown kembali di tengah lonjakan kasus.

Kasus Covid-19 di Filipina melampaui China dan menjadi yang terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia. Hingga Sabtu (1/8/2020), negara itu melaporkan lebih dari 98.000 kasus infeksi, setelah terjadi penambahan hampir 5.000 penderita dalam 24 jam terakhir. Selain itu korban meninggal menembus 2.000 orang.

Sebanyak 80 asosiasi yang mewakili puluhan ribu dokter di Filipina menandatangani surat terbuka untuk Duterte pada Sabtu (1/8/2020).

"Petugas kesehatan bersatu dalam menyuarakan sinyal kesulitan bagi bangsa ini, sistem perawatan kesehatan kita telah kewalahan," demikian isi surat, seperti dikutip dari AFP, Minggu (2/8/2020).

"Kami menderita kekalahan melawan Covid-19, kami perlu menyusun rencana aksi terkonsolidasi dan pasti."

Para dokter mendesak Duterte memberlakukan kembali lockdown di Ibu Kota Manila serta provinsi-provinsi sekitarnya hingga 15 Agustus.

Disebutkan pula, semakin banyak petugas medis yang sakit atau keluar dari pekerjaan. Di saat bersamaan, beberapa rumah sakit penuh sesak dan terpaksa menolak pasien.

Departemen Kesehatan Filipina sebelumnya menyebutkan, 34 petugas medis termasuk di antara yang meninggal.

Sementara itu pemerintah menyesalkan rendahnya kedisiplinan warga dalam mematuhi protokol kesehatan sehingga menyebabkan lonjakan kasus.

Filipina melakukan lockdown total pada pertengahan Maret. Namun pemerintah baru-baru ini melonggarkan pembatasan sehingga memungkinkan warga kembali bekerja demi menghindari dampak ekonomi lebih parah.

Juru Bicara Presiden Rodrogi Duterte Harry Roque, dalam respons terhadap surat terbuka itu, awalnya mengatakan pemerintah sedang berupaya menyeimbangkan antara kesehatan dan perekonomian. Namun beberapa jam kemudian Roque menyampaikan pernyataan terbaru bahwa pemerintah mempertimbangkan usulan para dokter untuk memberlakukan lockdown.

"Suara Anda sudah kami dengar. Kami tidak mengecewakan para pahlawan kita," kata Roque.

Presiden Duterte pada Kamis meminta warga untuk tetap percaya kepada pemerintah dalam menangani wabah. Filipina akan membeli vaksin virus corona buatan China.

Editor : Anton Suhartono