Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Atlet BAB saat Lomba HYROX tapi Tetap Juara, Co-Founder Akhirnya Akui Salah dan Minta Maaf
Advertisement . Scroll to see content

Atlet HYROX Australia yang Viral BAB saat Lomba Akhirnya Minta Maaf, Mundur sebagai Pemenang

Jumat, 18 September 2026 - 17:55:00 WIB
Atlet HYROX Australia yang Viral BAB saat Lomba Akhirnya Minta Maaf, Mundur sebagai Pemenang
Atlet HYROX Australia, Joanna Wietrzyk, meminta maaf atas insiden dirinya yang tetap mengikuti lomba meski BAB tanpa disengaja saat kompetisi di Beijing. (Foto: Instagram/Joanna Wietrzyk)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam kategori elite HYROX, atlet mengumpulkan poin berdasarkan posisi finis dan catatan waktu. Poin tersebut digunakan dalam sistem peringkat nasional dan global.

HYROX merupakan kompetisi kebugaran yang populer dan pertama kali diluncurkan di Jerman pada 2017. Perlombaan ini memadukan lari dengan sejumlah tantangan fisik, antara lain berjalan menerjang sambil membawa karung pasir, burpee, mendorong kereta luncur, serta mendayung menggunakan peralatan yang digunakan bersama peserta lain.

HYROX Ubah Aturan setelah Kontroversi

Kontroversi ini juga membuat HYROX mendapat sorotan terkait penanganan kesehatan dan keselamatan peserta. Penyelenggara kemudian meminta maaf karena tidak segera mengambil tindakan saat insiden terjadi.

Salah satu pendiri HYROX, Moritz Furste, sebelumnya mengunggah permintaan maaf di Instagram kepada semua pihak yang terlibat. Ia mengakui pihak penyelenggara melakukan kesalahan fatal karena tidak segera mengambil tindakan saat lomba.

"HYROX melakukan kesalahan karena tidak segera bertindak selama perlombaan. Pada akhirnya, menjadi tugas saya untuk mengantisipasi kemungkinan insiden seperti ini, dan saya tidak melakukannya," kata Furste melalui akun Instagram pribadinya.

Dia mengatakan, HYROX sedang menyusun prosedur dan aturan baru untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Aturan baru itu menyebutkan, apabila darah, muntah, urine, atau feses dari seorang peserta menimbulkan risiko terhadap kesehatan peserta tersebut maupun peserta lainnya, direktur perlombaan dapat menghentikan peserta dari perlombaan atas dasar medis.

Sebelumnya, peserta dapat dikenakan penalti apabila membuang sampah, meludah, atau membersihkan lubang hidung di lintasan. Sejumlah pengguna media sosial menilai aturan tersebut tidak konsisten karena tindakan yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan justru tidak langsung membuat peserta dihentikan dari perlombaan, seperti insiden Joanna Wietrzyk.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut