Aung San Suu Kyi Tepis Muslim Rohingya Dibantai, tapi Akui Tentara Myanmar di Luar Batas

Anton Suhartono ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 18:14 WIB
Aung San Suu Kyi Tepis Muslim Rohingya Dibantai, tapi Akui Tentara Myanmar di Luar Batas

Aung San Suu Kyi memberikan penjelasan di Pengadilan Internasional Den Haag, Belanda (Foto: AFP)

DEN HAAG, iNews.id - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menepis adanya pembasmian etnis atau genosida terhadap muslim Rohingya di Rakhine. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang gugatan pelanggaran Konvensi Genosida 1948 di Pengadilan Internasional (International Court of Justice/ICJ), Den Haag, Belanda, Rabu (11/12/2019).

Gambia, negara Afrika Barat berpenduduk mayoritas muslim, mewakili 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggugat Myanmar ke ICJ pada November lalu.

Berbicara kepada para hakim, Suu Kyi mengakui bahwa tentara mungkin menggunakan kekuatan yang tidak proporsional dalam menangani militan Rohingya. Namun menurut dia hal itu tidak membuktikan bahwa pihaknya berusaha memusnahkan kelompok minoritas.

"Sangat disesalkan Gambia telah menempatkan di hadapan pengadilan gambaran menyesatkan dan tidak lengkap tentang situasi di Negara Bagian Rakhine," kata Suu Kyi, dikutip dari AFP.

Dia berpendapat bahwa tentara menanggapi serangan ratusan gerilyawan Rohingya pada 2017.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa kekuatan tidak proporsional digunakan oleh anggota keamanan dalam beberapa kasus dengan mengabaikan hukum kemanusiaan internasional, atau bahwa mereka tidak membedakan dengan jelas antara pejuang dengan warga sipil," tuturnya.

Dia menegaskan, Myanmar sedang melakukan penyelidikan internal untuk mengungkap para tentara yang bertindak secara tidak proporsional.

"Tentunya dalam kejadia ini tidak ada niat genosida dan tidak bisa dijadikan satu-satunya hipotesis," ujarnya.

Dalam sidang sehaari sebelumnya, Gambia menuduh Myanmar melanggar Konvensi Genosida 1948 dan meminta hakim untuk mengambil tindakan darurat untuk menghentikan kekerasan lebih lanjut terhadap muslim Rohingya.

Menteri Kehakiman Gambia Abubacarr Tambadou mengatakan, sangat mengecewakan jika Suu Kyi mengulangi penolakan sebelumnya atas kesalahan yang dilakukan oleh Myanmar.

Hasil penyelidikan PBB tahun lalu menyimpulkan bahwa perlakuan tentara Myanmar terhadap etnis Rohingya dikategorikan sebagai genosida. Hal serupa disampaikan kelompok HAM internasional.

Selain di ICJ, Myanmar menghadapi sejumlah tuntutan terakait tuduhan genosida, yakni di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dan gugatan di Argentina yang secara langsung menyebut nama Suu Kyi sebagai tergugat.

Editor : Anton Suhartono