Australia Tetap Gelar Pesta Kembang Api Meriah di Malam Tahun Baru meski Dilanda Kebakaran
SYDNEY, iNews.id - Pemerintah Australia tetap menggelar pesta kembang api yang meriah pada malam pergantian tahun, 1 Januari 2020, di Sydney, di tengah desakan agar acara itu dibatalkan terkait kebakaran hutan dan lahan.
Warga Australia membuat petisi di Change.org agar pesta kembang api di bangunan ikonik Sydney dibatalkan sehingga uangnya bisa digunakan untuk membiayai pemadaman kebakaran dahsyat yang sudah berlangsung sejak bulan lalu. Target 260.000 tanda tangan sudah terlampaui pada Senin (30/12/2019).
Pesta kembang api di Sydney Harbour menghabiskan dana 6,5 juta dolar Australia atau sekitar Rp63 miliar.
Dalam petisi disebutkan, dana itu sebaiknya digunakan untuk mendukung para sukarelawan pemadam kebakaran dan membayar kerugian para petani yang lahannya ludes.
Selain itu, Petisi juga menekankan bahwa tak pantas mengadakan pesta di saat kondisi negara berduka dan banyak orang mengalami kesusahan.
"2019 menjadi tahun bencana di Australia untuk banjir dan kebakaran," bunyi petisi, seraya menambahkan, ada asap di udara sehingga semua warga harus mengatakan tidak untuk pesta kembang api.
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di New South Wales dan lainnya menyelimuti Sydney dan kota-kota besar selama beberapa pekan.
Sejauh ini lahan yang terbakar setara dengan luas negara Belgia. Selain itu kebakaran juga menyebabkan sembilan orang tewas.
Sementara itu Perdana Menteri Scott Morrison beralasan bahwa pertunjukan kembang api tetap diadakan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Australia negara yang tahan.
"Di tengah tantangan yang kita hadapi, dengan pertimbangan keselamatan, saya tidak bisa memikirkan waktu yang lebih baik untuk mengungkapkan kepada dunia betapa optimis dan positifnya kita sebagai sebuah negara," ujarnya.
Otoritas Sydney menyatakan acara ini sudah dipersiapkan sejak 15 bulan lalu dan sebagian besar biaya sudah dikeluarkan sehingga tak bisa dibatalkan. Selain untuk kembang api, dana besar juga dikeluarkan untuk keamanan selama acara.
Faktor lain adalah pembatalan juga berdampak pada sektor pariwisata karena sudah banyak wisatawan lokal maupun luar negeri yang memesan hotel dan akomodasi lainnya.
"Membatalkan acara akan sangat merusak bisnis Sydney. Ini juga akan merusak rencana bagi puluhan ribu orang dari seluruh Australia dan luar negeri yang telah memesan penerbangan, hotel, dan restoran untuk Malam Tahun Baru," bunyi pernyataan.
Editor: Anton Suhartono