Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Nepal, 400 Pekerja PLTA Masih Terjebak di Terowongan Penuh Air dan Lumpur
Advertisement . Scroll to see content

Awas! Nepal Peringatkan Banjir Dahsyat Susulan, Bawa Lumpur dan Puing-Puing 

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:10:00 WIB
Awas! Nepal Peringatkan Banjir Dahsyat Susulan, Bawa Lumpur dan Puing-Puing 
Permukaan air Sungai Bhotekoshi di Distrik Rasuwa, Nepal, kembali naik pasca-banjir bandang dahsyat pada Rabu (26/8) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KATHMANDU, iNews.id - Permukaan air Sungai Bhotekoshi di Distrik Rasuwa, Nepal, kembali naik pasca-banjir bandang dahsyat pada Rabu (26/8/2026). Air dari hilir tertahan oleh dinding yang terbentuk pasca-banjir pertama yang suatu saat rawan bobol kembali.

Kondisi tersebut mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Manajemen Risiko (NDRRMA) Nepal mengeluarkan peringatan bagi warga di daerah hilir.

Menurut NDRRMA, permukaan air sungai membawa lumpur dan puing-puing, terus bertambah, meningkatkan risiko banjir susulan yang mungkin tak kalah dahsyatnya.

NDRRMA mendesak warga di daerah rawan untuk tetap waspada dan pindah ke lokasi yang lebih aman jika perlu.

Juru bicara NDRRMA, Shanti Mahat, juga mendesak pihak-pihak yang terlibat operasi pencarian dan penyelamatan serta relawan bantuan kemanusiaan di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli untuk berhati-hati.

Banjir bandang besar di Bhotekoshi pada Rabu menghancurkan permukiman dan infrastruktur di Rasuwa. Bencana tersebut sejauh ini telah menewaskan 676 orang, sementara hampir 3.000 lainnya, di Nepal dan China, hilang. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 300 turis dan peziarah asing di Nepal dan China masih hilang kontak.

Banjir dahsyat pada 26 Agustus lalu dipicu runtuhnya danau atau gunung es yang jatuh ke waduk hingga menjebol pintu air, memuntahkan air dalam jumlah luar biasa besar ke sepanjang sungai. Tingginya debit air serta kuatnya gelombang membuat air memasuki desa-desa dan kota-kota di sepanjang aliran sungai. 

Para pengamat menilai runtuhnya gunung es dipicu gempa bermagnitudo 4,4 pada Rabu pagi. Analisis lain menyebutkan gunung es runtuh akibat pemanasan global.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut