Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Bertambah Jadi 469 Orang, 1.500 Orang Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Diluluhlantakkan Banjir dalam Sekejap, Nepal Butuh Biaya Pemulihan Rp88 Triliun

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:09:00 WIB
Diluluhlantakkan Banjir dalam Sekejap, Nepal Butuh Biaya Pemulihan Rp88 Triliun
Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal dekat perbatasan Tibet, China. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KATHMANDU, iNews.id - Nepal membutuhkan dana 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88,4 triliun untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang pada Rabu (26/8/2026). 

Miliarder Nepal Binod Chaudhary menyebut angka tersebut, berdasarkan hasil penilaiannya dari kerusakan yang ditimbulkan.

"Saya tidak akan terkejut (dengan angka tersebut). Masalahnya bukan hanya soal dana, melainkan waktu yang dibutuhkan serta kondisi geografis yang sulit," ujar pemimpin Chaudhary Group itu, seperto dikutip dari Bloomberg, Sabtu (29/8/2026).

"Ini adalah tantangan besar yang kita hadapi," ujarnya, lagi merujuk pada proses rehabilitasi serta pemulihan kembali roda perekonomian.

Chaudhary Group bergerak di 12 sektor bisnis mulai dari makanan, telekomunikasi, hingga infrastruktur dan perbankan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut