Babi Dipaksa Bungee Jumping di China Picu Kemarahan Netizen dan Pemerhati Satwa

Anton Suhartono · Selasa, 21 Januari 2020 - 11:54 WIB
Babi Dipaksa Bungee Jumping di China Picu Kemarahan Netizen dan Pemerhati Satwa

Babi dipaksa melakukan bungee jumping di taman hiburan China (Foto: Twitter)

BEIJING, iNews.id - Netizen dan pemerhati satwa di China mengungkapkan kemarahan mereka setelah video seekor babi diikat dan dipaksa melakukan bungee jumping beredar di dunia maya.

Peristiwa ini terjadi di taman hiburan Meixin Red Wine Town, Kota Chongqing, Sabtu (18/1/2020).

Dalam tayangan yang menjadi viral itu tampak karyawan taman hiburan mengikat bagian tubuh babi dengan tali pengaman serta dipakaikan jubah biru bak superhero. Hewan itu lalu dilempar dari menara setinggi beberapa lantai gedung.

"Ini merupakan kekejaman yang terburuk terhadap hewan," kata Jason Baker, wakil presiden People for the Ethical Treatment for Animals (Peta), untuk kawasan Asia, dikutip dari The New York Times, Selasa (21/1/2020).

"Bayangkan saja, bentuk teror langsung di mana kaki digantung secara paksa dan terlempar dari menara yang tinggi," kata Baker.

Dia juga mendesak agar para pelaku ditindak hukum menggunakan UU perlindungan satwa.

Sebelum diikat, babi tersebut terdengar seperti berteriak saat digotong para karyawan menuju menara. Pekikan suara babi terus berlanjut sampai loncatan bungee selesai dan dia menggantung di udara.

Taman hiburan Meixin Red Wine Town menyatakan, aksi itu merupakan bagian dari upacara pembukaan atraksi bungee jumping yang merupakan wahana baru.

Media lokal The Paper menyebutkan, taman hiburan mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada para pengguna internet yang dimulai pada Jumat serta mengucapkan bahwa Tahun Babi telah berakhir.

Mereka juga meminta maaf setelah publik merespons dengan kemarahan di media sosial.

Disebutkan, babi itu baik-baik saja setelah dijatuhkan dari menara dan kemudian dikirim ke rumah jagal untuk disembelih.

Pengguna media sosial menyebut atraksi bungee jumping babi itu sebagai tindakan kejam dan tidak memiliki rasa kasihan.


Editor : Anton Suhartono