Balas Dendam, China Beri Sanksi 11 Orang AS termasuk Senator Marco Rubio

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 17:42 WIB
Balas Dendam, China Beri Sanksi 11 Orang AS termasuk Senator Marco Rubio

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.idChina pada Senin (10/8/2020) ini memberikan sanksi kepada 11 orang Amerika, termasuk Senator Marco Rubio dan Ted Cruz. Penjatuhan sanksi kepada orang-orang itu sebagai pembalasan China atas tindakan serupa oleh AS, yang dipicu oleh kebijakan represif Beijing di Hong Kong.

Washington DC pada pekan lalu menuduh 11 pejabat China menekan kebebasan dan proses demokrasi di Hong Kong. Di antara 11 orang yang dijatuhi sanksi oleh Gedung Putih itu termasuk Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam. Pemerintah di Amerika juga mengumumkan rencana untuk membekukan aset para pejabat China itu di AS.

Beijing menilai tindakan negeri Paman Sam itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan sangat mencampuri urusan dalam negeri China. “China telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi pada beberapa orang yang berperilaku buruk pada masalah terkait Hong Kong,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dikutip AFP.

Direktur Human Rights Watch, Kenneth Roth, dan pimpinan National Endowment for Democracy (NED), Carl Gershman, juga masuk dalam daftar orang-orang Amerika yang dijatuhi sanksi tersebut. Zhao tidak memberikan perincian tentang sanksi apa yang akan dikenakan kepada mereka.

Senator dari Partai Republik, Marco Rubio dan Ted Cruz, dikenal sangat vokal memberikan dukungan kepada gerakan demokrasi di Hong Kong tahun lalu, ketika kota itu dilanda gelombang protes besar.

Beijing menuduh dukungan pihak asing atau “kekuatan eksternal” telah mengobarkan kerusuhan di Hong Kong. Puncaknya, China pun mulai memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di wilayah bekas jajahan Inggris tersebut pada akhir Juni lalu.

Sejak itu, para pemimpin Hong Kong telah menunda pemilu lokal, dengan alasan pandemi virus corona. Pihak berwenang juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk enam aktivis prodemokrasi yang diasingkan dan melancarkan tindakan keras terhadap aktivis-aktivis lainnya.

Pada Senin ini, taipan media Hong Kong, Jimmy Lai, yang juga menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap Pemerintah China, ditangkap karena dinilai melanggar UU Keamanan Nasional yang baru berlaku 42 hari itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil