Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegang! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Advertisement . Scroll to see content

Balas Sindiran Trump, Kremlin: Tak Ada yang Bisa Cegah Rusia Uji Coba Senjata

Rabu, 29 Oktober 2025 - 06:05:00 WIB
Balas Sindiran Trump, Kremlin: Tak Ada yang Bisa Cegah Rusia Uji Coba Senjata
Pengumuman Vladimir Putin bahwa Rusia berhasil menguji coba akhir rudal jelajah bertenaga Burevestnik memicu reaksi keras AS (Foto: Kemhan Rusia)
Advertisement . Scroll to see content

Keraguan dan Kekhawatiran Internasional

Meski klaim Kremlin mengejutkan banyak pihak, analis Barat tetap mempertanyakan rekam jejak dan keamanan teknologi rudal Burebestnik. Sejak proyek diumumkan pada 2018, Burevestnik dikenal memiliki sejarah uji coba yang bermasalah, termasuk kecelakaan pada 2019 yang memicu kekhawatiran radiasi, sehingga sejumlah pengamat skeptis terhadap klaim operasional penuh dan kesiapan tempurnya. 

Selain itu, teknologi reaktor nuklir mini pada kendaraan terbang menimbulkan pertanyaan keselamatan lingkungan bila terjadi kecelakaan selama uji atau operasi.

Beberapa pengamat memperingatkan bahwa pengujian dan pembangunan senjata semacam ini berisiko memicu perlombaan senjata baru yang meningkatkan ketidakstabilan strategis global, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina. 

Dampak Diplomatik dan ke Depan

Kremlin menegaskan uji coba Burevestnik merupakan bagian dari upaya mempertahankan keunggulan strategis dan menolak 'ultimatum' dari pihak luar soal bagaimana negara mengurus urusan pertahanan. 

Di sisi lain, Washington dan sekutu-sekutunya kemungkinan akan menimbang respons kebijakan lebih lanjut, mulai dari sanksi tambahan hingga peningkatan kerja sama pertahanan udara, sebagai tanggapan terhadap klaim kemampuan baru Moskow. 

Rusia menyebut langkah itu sebagai tindakan yang perlu untuk keamanan nasionalnya; masyarakat internasional, dan para pembuat kebijakan di negara-negara NATO serta AS, kini harus menilai apakah klaim tersebut mengubah peta risiko strategis serta bagaimana menyeimbangkan tanggapan diplomatik tanpa mendorong ketegangan lebih jauh.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut