Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Iran Pidato Kecam Trump di Sidang Umum PBB, Delegasi AS dan Israel Walk out 
Advertisement . Scroll to see content

Balas Trump, Presiden Meksiko: Susah Bertetangga dengan Negara yang Pengguna Narkobanya Banyak

Kamis, 24 September 2026 - 13:58:00 WIB
Balas Trump, Presiden Meksiko: Susah Bertetangga dengan Negara yang Pengguna Narkobanya Banyak
Claudia Sheinbaum merespons kritikan Donald Trump yang menyebut negaranya pusat aktivitas kartel narkoba (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MEXICO CITY, iNews.id - Presiden MeksikoClaudia Sheinbaum merespons kritikan mitranya dari Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pada Selasa kemarin, Trump menyebut Meksiko sebagai pusat aktivitas kartel narkoba.

Sheinbaum menyindir AS sebagai negara dengan pengguna narkoba terbesar dan kondisi itu merepotkan Meksiko.

“Saya bisa sampaikan, sangat sulit untuk bertetangga dengan negara dengan tingkat penggunaan narkoba ilegal begitu tinggi. Atau saya bisa mengatakan, sangat sulit bertetangga dengan negara yang memproduksi begitu banyak senjata, tapi saya tidak akan sampaikan itu,” kata Sheinbaum, dalam konferensi pers rutin di Mexico City, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (24/9/2026).

“Saya tidak akan mengatakannya. Kenapa? Karena kita punya hubungan baik dengan Presiden Trump dan pemerintah AS. Jadi kita bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai membuat kemajuan,” kata Sheinbaum, menambahkan.

Trump berulang kali ingin mengintervensi penanganan kejahatan narkoba di Meksiko dengan mengincar kartel. Dia menuduh geng-geng kriminal Meksiko bertanggung jawab atas masuknya narkoba ke AS dan memiliki kekuatan besar.

Pemerintahan Sheinbaum berupaya untuk melawan tekanan Trump terkait masalah keamanan, termasuk permintaan ekstradisi pejabat pemerintah dari partai berkuasa, Morena, yang dituduh terlibat dalam bisnis perdagangan narkoba.

Sheinbaum berulang kali menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan AS seraya mendesak AS menghormati kedaulatan negaranya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut