Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelaku Penembakan Acara Gedung Putih Ditangkap, Trump Puji Gerak Cepat Secret Service
Advertisement . Scroll to see content

Bangkai Kapal Induk AS yang Ditenggelamkan Jepang saat PD II Ditemukan

Rabu, 13 Februari 2019 - 16:32:00 WIB
Bangkai Kapal Induk AS yang Ditenggelamkan Jepang saat PD II Ditemukan
Meriam anti-pesawat USS Hornet masih tampak utuh (Foto: RV Petrel)
Advertisement . Scroll to see content

Foto yang dirilis menunjukkan, meriam anti-pesawat dan persenjataan lain masih tampak utuh menempel di kapal, jauh di laut dalam.

Sementara itu, Doolittle Raid merupakan serangan udara pertama AS terhadap Jepang, termasuk mengincar Tokyo.

Operasi ini dipimpin oleh James Doolittle dari dek USS Hornet pada April 1942. Dari serangan itu, pasukan AS memiliki kesimpulan bahwa daratan Jepang rentan terhadap udara AS.

Kapal ini juga berperan dalam operasi pembalasan atas serangan mendadak di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 dan memberikan dorongan moral yang penting bagi Amerika di perang lainnya.

"Di hari-hari kelam setelah serangan mendadak Jepang atas Pearl Harbor, dia dan Doolittle Raid merupakan senjata Amerika pertama yang memukul balik Jepang, memberikan harapan terhadap negara dan dunia ketika segalanya tampak suram," kata Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut, Bill Moran, dalam pernyataan.

Masih di bulan yang sama, USS Hornet merupakan salah satu dari tiga kapal induk AS yang mampu menenggelamkan empat kapal induk Jepang di Midway, sehingga mengubah peta Perang Pasifik.

Namun kapal ini karam dalam Pertempuran Santa Cruz yang ganas pada 26 Oktober 1943. Setelah serangan terkoordinasi tanpa henti oleh pengebom dan pesawat torpedo Jepang. Setelah ditinggalkan para kru, dua kapal perusak Jepang meluncurkan torpedo hingga menenggelamkannya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut