Banjir Nepal, 400 Pekerja PLTA Masih Terjebak di Terowongan Penuh Air dan Lumpur
KATHMANDU, iNews.id - Sekitar 400 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Nepal dilaporkan masih terjebak di terowongan setelah banjir dahsyat menerjang negara itu, Rabu (26/8/2026).
Asosiasi Pendaki Gunung Nepal (NMA) menyatakan, para pekerja tersebut terjebak di terowingan Hakku-216, Distrik Rasuwa. Upaya enyelamatan terhambat air dan lumpur tebal.
Tim penyelamat NMA, dipimpin oleh penanggung jawab SAR Bikram Karki, dikerahkan ke Terowongan No 1, 2, dan 3, untuk mempelajari situasi sambil berusaha menjangkau para pekerja yang terjebak.
Namun, tim tidak bisa melanjutkan operasi karena kondisi di dalam terowongan sangat berbahaya dan sulit secara teknis.
Diperkirakan 300 hingga 400 pekerja mungkin terjebak di dalam terowongan tersebut. Mereka hilang kontak sejak 3 hari terakhir.
NMA juga menyerukan operasi SAR khusus melibatkan tim yang dilengkapi dengan peralatan khusus untuk bekerja di lingkungan terowongan yang tergenang air, penuh lumpur, dan sempit.
Tim akan membutuhkan pompa air berkapasitas tinggi, alat berat untuk membersihkan lumpur dan puing-puing, serta alar deteksi canggih, tali, perlengkapan untuk ruang sempit, alat bantu pernapasan, serta peralatan medis darurat.
NMA telah meminta bantuan tim medis dan tanggap darurat, serta par pakar pendakian gunung, penjelajahan ngarai, penjelajah gua, dan lainnya.
Editor: Anton Suhartono