Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah
Advertisement . Scroll to see content

Bashar Al Assad Tumbang, Israel Panik Jadi Target Kelompok Bersenjata Suriah Berikutnya

Senin, 09 Desember 2024 - 18:26:00 WIB
Bashar Al Assad Tumbang, Israel Panik Jadi Target Kelompok Bersenjata Suriah Berikutnya
Israel dilanda kepanikan setelah kelompok bersenjata oposisi Suriah yang dipimpin Hayat Tahrir Al Sham (HTS) menggulingkan rezim Bashar Al Assad (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

DAMASKUS, iNews.id - Israel tampaknya dilanda kepanikan setelah kelompok oposisi Suriah yang dipimpin Hayat Tahrir Al Sham (HTS) menggulingkan rezim Bashar Al Assad. HTS, yang akan menjadi bagian pemerintahan Suriah mendatang, masih dianggap sebagai kelompok radikal yang bisa saja menjadi ancaman bagi Israel di masa mendatang.

Oleh karena itu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung memerintahkan Menteri Pertahanan Israel Katz untuk mengerahkan personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memasuki wilayah Suriah di luar Dataran Tinggi Golan. 

Pasukan Zionis dikerahkan ke beberapa area Suriah masih di zona penyangga untuk memastikan fasilitas militer tak jatuh ke tangan kelompok oposisi bersenjata.

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Katz mengatakan, pasukan Israel merebut titik-titik lain di zona penyangga.

Media Israel Ynet melaporkan, Katz menginstruksikan militer untuk segera bertindak di Suriah. IDF ditugaskan untuk merebut sebanyak-banyaknya titik-titik atau pos di zona penyangga yang ditinggalkan pasukan pemerintah Suriah setelah Damaskus dikuasai kelompok oposisi bersenjata.

Tentara Zionis dilaporkan telah menyeberang ke wilayah Suriah pada Minggu kemarin, seiring dengan kekalahan rezim Bashar Al Assad.

Surat kabar AS The New York Times (NYT), mengutip dua sumber pejabat Israel, melaporkan pasukan Israel memasuki wilayah Suriah untuk pertama kali sejak Perang Yom Kippur 1973.

Alasannya para pejabat Israel khawatir, kelompok oposisi bersenjata Suriah menguasai fasilitas militer di dekat Dataran Tinggi Golan kemudian menggunakannya untuk melawan Israel.

Juru bicara militer Israel Avichai Edri juga mengeluarkan peringatan yang menyerukan penduduk di lima kota perbatasan Suriah untuk tetap berada di rumah demi keselamatan. 

Tentara Israel awalnya mengambil alih pos terdepan Suriah di Gunung Hermon pada Minggu. Pos itu sebelumnya dijaga oleh pasukan pemerintah Suriah.

Netanyahu mengatakan, perjanjian dengan Suriah terkait Dataran Tinggi Golan, yang dicapai tak lama setelah Perang Yom Kippur 1973, tidak berlaku lagi karena militer Suriah telah menarik diri dari posisinya. 

Dia telah memerintahkan menhan agar memerintahkan IDF untuk menduduki zona demarkasi.

Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah sampai 1967. Selama Perang Enam Hari, pasukan Israel menduduki wilayah tersebut. Setelah Perang Yom Kippur, kedua pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pemisahan pasukan. Pada 1974, pos pasukan penjaga perdamaian PBB didirikan di Dataran Tinggi Golan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut