Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19
Advertisement . Scroll to see content

Bawa Senjata Api, Demonstran Geruduk Gedung Dewan di AS Desak Pencabutan Lockdown

Jumat, 01 Mei 2020 - 09:37:00 WIB
Bawa Senjata Api, Demonstran Geruduk Gedung Dewan di AS Desak Pencabutan Lockdown
Demonstran membawa senjata laras panjang menggeruduk Gedung Capitol Michigan mendesak gubernur untuk mencabut lockdown (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

LANSING, iNews.id - Unjuk rasa besar kembali terjadi di Lansing, Michigan, Amerika Serikat, Kamis (30/4/2020), mendesak pemerintah negara bagian segera mencabut lockdown.

Kali ini, massa yang tak menggunakan masker, sebagian membawa senjata api, masuk ke Gedung Capitol Michigan meminta gubernur untuk segera bertindak.

Awalnya puluhan pengunjuk rasa memenuhi lobi Gedung Capotol untuk memaksa masuk ke ruang dewan. Namun mereka dicegat polisi.

Seorang Senator negara bagian, Dayna Polehanki membagikan pengalamannya saat terjebak.

“Tepat di atas saya, orang-orang yang membawa senjata meneriaki kami,” cuit Polehanki, disertai foto empat orang pria, setidaknya seorang di antara mereka memegang senjata,” dikutip dari AFP, Jumat (1/5/2020).

Kondisi itu menimbulkan kepanikan. Polehanki menambahkan, beberapa rekannya sampai mengenakan rompi antipeluru yang memang sudah disiapkan.

Di saat bersamaan, massa terus memasuki halaman Gedung Capitol. Mereka membawa banner di antaranya menggambarkan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer sama dengan pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.

Unjuk rasa yang diberi nama American Patriot Rally itu diselenggarakan oleh kelompok yang menamakan diri Michigan United for Liberty.

Dalam pernyataan di Facebook kelompok tersebut mengungkap ketidaksetujuannya dengan pembatasan hak-hak warga melalui lockdown, termasuk dengan alasan virus corona.

"Kami percaya bahwa setiap warga AS dan setiap warga Michigan punya hak untuk bekerja untuk memberi nafkah untuk keluarga, untuk bepergian dengan bebas, berkumpul untuk beribadah agama, dan tujuan lain,” bunyi pernyataan kelompok beranggotakan 8.800 orang itu, seraya menambahkan, biarkan warga yang menentukan sendiri terkait keputusan untuk perawatan medis.

Unjuk rasa ini digelar sehari setelah pengadilan Michigan memutuskan pedoman tinggal di rumah yang dikeluarkan Gubernur Whitmer pada 24 Maret tidak melanggar hak konstitusi warga.

Ini merupakan kali kedua pengunjuk rasa menuntut Whitmer mencabut lockdown negara bagian itu. Pada 16 April, sekitar 3.000 orang, sebagian juga membawa senjata, memenuhi pusat kota Lansing menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar gedung pusat pemerintahan.

Covid-19 telah membunuh lebih dari 3.500 orang di Michigan hingga Kamis, berdasarkan penghitungan Universitas Johns Hopkins.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut