Begini Suasana Natal di Arab Saudi
Arab Saudi memberlakukan pembatasan perjalanan sejak Maret untuk mencegah penyebaran wabah virus corona. Larangan penerbangan sempat dicabut pada 15 September, namun kembali diterapkan sejak 20 Desember menyusul adanya virus corona varian baru di Eropa.
“Sebagai penganut Kristen yang berada di Arab Saudi, saya merayakan Natal dalam kesendirian jauh dari keluarga,” kata Jeruel Trinidad, seorang warga AS yang tinggal dan bekerja di Riyadh, dikutip dari Arab News, Jumat (25/12/2020).
“Biasanya, saya pulang saat-saat seperti ini untuk berkumpul dengan orang yang saya cintai, tapi tahun ini untuk alasan yang jelas saya terjebak di tempat ini. Saya bertahan pada Natal dengan memanjakan diri di restoran nyaman yang menyajikan hidangan favorit, melakukan konferensi video dengan kerabat di rumah, bertemu teman-teman yang mengalami kesulitan yang sama, dan yang terpenting tetap menjaga diri. Setelah semua ini selesai, saya akan pulang selagi memungkinkan," ujarnya, menambahkan.
Meskipun dihadapi kondisi Covid-19, warga asing di Saudi tetap bertekad merayakan Natal seadanya.
Berney James, warga India yang berbasis di Riyadh, mengatakan tidak akan membiarkan pandemi Covid-19 meredam semangat perayaan.