Bentrok di Gaza, Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

Zen Teguh ยท Sabtu, 09 Desember 2017 - 00:41 WIB
Bentrok di Gaza, Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

Tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina dalam bentrok di Jalur Gaza, Palestina, Jumat (8/12/2017). Foto (NYTimes)

YERUSALEM, iNews.id – Aksi demonstrasi besar-besaran menentang rencana Amerika Serikat (AS) memindahkan kantor kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem memakan korban jiwa. Seorang warga Palestina tewas ditembak tentara Israel di Tepi Barat, Jalur Gaza, Jumat (8/12/2017).

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa Mahmoud al-Masri, 30, tewas di Khan Yunis, selatan Gaza, dalam bentrok dengan aparat Israel. Mahmoud menjadi korban tewas pertama dalam aksi demonstrasi menentang kebijakan AS. Di sisi lain Israel mengakui telah menembak dua orang yang mereka anggap provokator dalam ’kerusuhan penuh kekerasan’ tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu lalu mengumumkan AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. AS juga berencana memindahkan kantor kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan ini seketika menuai kecaman dari berbagai penjuru dunia.

Di Jalur Gaza, para jamaah juga memanfaatkan pengeras suara di masjid-masjid untuk meneriakkan tuntutan mereka. Sebagian lainnya membakar ban bekas di jalan. Ratusan lainnya mendekati perbatasan dengan Israel.

"Siapa saja yang memindahkan kedutaan besar ke wilayah pendudukan Yerusalem akan menjadi musuh orang Palestina dan akan menjadi target atas aksi kami. Kami mendeklarasikan gerakan perlawanan sampai Yerusalem dan seluruh Palestina bebas," kata pemimpin Hamas, Fathy Hammad.

Kementerian kesehatan menyatakan lebih dari 250 warga Palestina terluka, terutama karena gas airmata. Sejak pernyataan AS, demo besar terjadi di beberapa wilayah. Bentrokan parah terjadi di Hebron, Betlehem, dan Gaza.

Sementara itu Dewan Keamanan (DK) PBB telah memulai sidang darurat mereka di New York merespons perkembangan situasi politik di Palestina-Israel. Sidang itu diajukan delapan negara yakni Perancis, Inggris, Italia, Bolivia, Mesir, Swedia, Senegal, dan Uruguay.   

"PBB telah memberikan status legal dan politik (atas Yerusalem). Karena itu kami percaya DK PBB harus menangani masalah ini dengan segera," kata Wakil Duta Besar Swedia untuk PBB, Carl Skau, dikutip Reuters.


Editor : Zen Teguh