Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengakuan Pemain RD Kongo: Tak Ada Instruksi Jaga Ketat Ronaldo, Dia Sudah Tua
Advertisement . Scroll to see content

Bentrokan Antar KKB Tewaskan Puluhan Orang, Termasuk Warga Sipil

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:24:00 WIB
Bentrokan Antar KKB Tewaskan Puluhan Orang, Termasuk Warga Sipil
Republik Demokratik Kongo dilanda konflik antar kelompok kriminal bersenjata (KKB) sejak awal 2019. Dalam pertempuran terbaru korban tewas mencapai 30 orang. (foto: DW)
Advertisement . Scroll to see content

BUKAVU, iNews.id - Sedikitnya 30 orang tewas dalam bentrokan antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berlangsung selama beberapa hari di timur Republik Demokratik Kongo.

Hauts Plateaux merupakan wilayah pertempuran kelompok bersenjata Tutsi Kongon yang berasal dari Rwanda, kelompok bersenjata Banyamulenge dan kelompok bersenjata lainnya.

Pertempuran yang berlangsung selama berhari-hari merenggut puluhan korban jiwa serta menimbulkan suasan mencekam sepanjang pekan.

"Terjadi pertempuran dengan kekerasan sejak Senin (kemarin). Kami sudah menghitung sedikitnya ada 30 jenazah," kata seorang pejabat setempat yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP, Sabtu (24/10/2020).

Jumlah korban tewas simpang siur

Pernyataan berbeda diucapkan pemantau HAM di wilayah Hauts Plateaux bahwa korban jiwa sebanyak 19 orang, dua warga sipil serta 17 anggota kelompok kriminal bersenjata.

Kongo kerap dilanda pertempuran kelompok bersenjata sejak konflik berlanjut pada awal 2019. Laporan otoritas setempat meyebut jumlah korban pada insiden pertempuran terbaru jadi yang terbanyak sejauh ini.

Pertempuran antara kelompok kriminal bersenjata di Hauts Plateaux terjadi saat Presiden Felix Tshisekedi mengumumkan pembicaraan politik dengan anggota parlemen loyalis mantan presiden Joseph Kabila untuk menyelesaikan ketegangan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut