Berkenalan dengan Reema Juffali, Pembalap Perempuan Pertama Arab Saudi

Anton Suhartono ยท Jumat, 22 November 2019 - 19:36 WIB
Berkenalan dengan Reema Juffali, Pembalap Perempuan Pertama Arab Saudi

Reema Juffali (Foto: AFP)

DIRIYAH, iNews.id - Reema Juffali akan tercatat dalam sejarah Arab Saudi sebagai perempuan pertama negara itu yang menjadi pembalap. Perempuan 27 tahun itu akan tampil dalam ajang balap mobil listrik di Diriyah, setahun setelah pemerintah mencabut larangan bagi kaum hawa duduk di balik kemudi.

Ajang balap mobil listrik ini akan menjadi awal karier Juffali menekuni dunia motorsport di dalam negeri, aktivitas yang menjadi dominasi kaum adam. Ini akan menjadi debutnya di tanah kelahiran.

Menjadi pembalap mungkin sama sekali tak terbayangkan bagi perempuan Saudi sampai pada Juni 2018, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman mencabutnya. Jangankan menjadi pembalap, menyetir di jalan umum saja akan ditangkap.

Juffali berlaga pada Jumat dan Sabtu dalam ajang Jaguar I-PACE eTROPHY, ajang balap mobil listrik di Diriyah, dekat ibu kota Riyadh.

"Larangan itu dicabut tahun lalu dan saya tidak pernah menyangka untuk balapan secara profesional," kata Juffali, yang mengendarai SUV Jaguar I-Pace berkelir hitam-hijau, seperti dikutip dari AFP, Jumat (22/11/2019).

"Fakta bahwa saya mewujudkannya, sungguh luar biasa," katanya, lagi.

Perempuan asal Jeddah yang lama menimba ilmu di Amerika Serikat itu akan berpartisipasi sebagai peserta tamu. Dia akan bersaing dengan pembalap profesional dari luar Saudi.

Kepala otoritas olahraga Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Turki Al Faisal, menggembar-gemborkan keikutsertaan Juffali dan menyebutnya sebagai momen penting bagi kerajaan.

"Reema akan didukung ribuan orang, sebagai pembalap profesional," kata sang pangeran, kepada AFP.

Tentu saja ini bukan ajang balap pertama Juffali di kancah internasional. Pada April lalu, dia berpartisipasi dalam ajang F4 di Brands Hatch, Inggris. Pengalamannya di dunia balap profesional memang terhitung baru, yakni sekitar 1 tahun. Meski demikian, dia memiliki ambisi besar di dunia motorsport ke depannya, cita-cita yang sudah dipupuk sejak remaja, yakni saat menonton ajang F1.

Dia lulus tes mengemudi di AS beberapa tahun lalu dan sekarang menjadi salah satu dari segelintir perempuan Saudi yang memperoleh "lisensi balap", persyaratan wajib yang harus dimiliki untuk ikut balap profesional di Saudi.

"Bagi banyak perempuan yang belum memiliki kesempatan untuk belajar mengemudi, untuk berada di belakang kemudi, jelas merupakan sesuatu yang menakutkan. Bagi banyak perempuan di Saudi, ini merupakan pencapaian yang sangat jauh," ujar Juffali.

Dia mengungkapkan mimpi besar yakni bisa berlaga di ajang balap ketahanan 24 jam di Le Mans, Prancis. Ajang tersebut merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi dan melelahkan di dunia.

Editor : Anton Suhartono