Bertemu Rouhani, PM Pakistan Siap Jadi Fasilitator Perundingan Iran-Arab Saudi

Nathania Riris Michico ยท Senin, 14 Oktober 2019 - 08:22 WIB
Bertemu Rouhani, PM Pakistan Siap Jadi Fasilitator Perundingan Iran-Arab Saudi

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara dalam konferensi pers dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Teheran. (FOTO: REUTERS)

TEHERAN, iNews.id - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengunjungi Iran, Minggu (13/10/2019). Tujuannya, Khan ingin menjadi "fasilitator" antara Iran dan Arab Saudi dalam meredakan ketegangan yang meningkat di Teluk.

Khan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Hassan Rouhani di istana presiden dan kemudian bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khan diperkirakan akan mengunjungi Saudi pada Selasa besok.

"Alasan perjalanan ini adalah bahwa kami tidak ingin ada konflik antara Arab Saudi dan Iran," kata Khan, ketika berdiri di samping Rouhani, seperti dilaporkan AFP, Senin (14/10/2019).

"Apa pun yang terjadi, kita jangan pernah membiarkan konflik ini terjadi, karena kita tahu, Tuan Presiden, bahwa ada kepentingan pribadi yang menginginkan ini terjadi," katanya, kepada Rouhani.

Mengingat ketegangan di Teluk adalah masalah kompleks yang dapat diselesaikan melalui pembicaraan, Khan memperingatkan bahwa setiap konflik antara Iran dan Arab Saudi akan menyebabkan kemiskinan di dunia.

"Kami sadari ini merupakan isu yang kompleks, tetapi kami merasa ini bisa diatasi lewat dialog," demikian ditekankan Khan.

Ini adalah kunjungan kedua Khan tahun ini ke Iran, yang berbagi perbatasan sekitar 1.000 kilometer dengan Pakistan.

Menekankan bahwa kunjungan ke Teheran dan Riyadh adalah inisiatif Pakistan, Khan menyebut dirinya juga didekati oleh Presiden Donald Trump untuk memfasilitasi dialog antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan kepada Khan bahwa republik Islam itu tidak memiliki permusuhan terhadap Saudi, tetapi memperingatkan bahwa siapa pun yang memicu perang pasti akan menyesal.

Khan juga memuji komitmen pribadi Khamenei terhadap Kashmir, wilayah yang terbelah antara India dan Pakistan dan menjadi sumber konflik reguler antara kedua negara itu.


Editor : Nathania Riris Michico