Beruang Betina Katya Bebas Setelah 15 Tahun Dipenjara Terkait Penyerangan Manusia
NUR SULTAN, iNews.id - Seekor beruang coklat dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara selama 15 tahun. Beruang betina bernama Katya itu dipenjara sejak 2004 di sel yang diperuntukkan bagi manusia di Kostanay, Kazkhstan.
Dia dinyatakan bersalah atas dua kasus penyerangan terhadap manusia yang menyebabkan korban lumpuh. Penyerangan terjadi di waktu berbeda di sebuah kamp.
Katya sebenarnya tak dibebaskan secara murni ke alam liar. Dia dipindahkan ke kebun bintang mini di pusat wisata Abkshino. Namun di sana dia bisa lebih bebas, ketimbang di sel bertetangga dengan manusia pelaku kejahatan lainnya.
Hewan buas pemilik nama lengkap Ekaterina itu merupakan narapidana paling terkenal di Kazakhstan. Meski berstatus narapidana, dia bahkan diabadikan dalam bentuk patung berwarna emas di penjara berkapasitas 730 orang itu.
Selain itu, Katya diperlakukan sebagai napi istimewa. Dia memiliki dua sel khusus, di mana salah satunya dilengkapi kolam. Napi lain ikut membantu merawat Katya.
"Dia mendapatkan pemeriksaan medis dan masa adaptasi yang panjang," kata seorang juru bicara penjara, dikutip dari Mirror, Senin (18/11/2019).
Sebelum dipindahkan, lanjut juru bicara, Katya diajarkan untuk hidup dan beradaptasi dengan alam sesungguhnya.
Sementara itu napi lain mengaku kehilangan Katya.
Yerlan Zhutaev mengenang saat Katya berendam di kolam di mana mereka bermain, berenang, dan tidur berdekatan. Rupanya kehidupan 15 tahun di penjara mampu menjinakkan beruang buas itu. Katya sudah seperti teman bagi napi lainnya.
"Selama ini dia bersama, kami merawatnya," ujar Zhutaev.
Namun kepala pusat rekreasi Abkshino, Valentina Dmitrienko, mengatakan, di rumah barunya Katya akan bergaul dengan sesama beruang.
"Beruang jantan kami, Yashka, sangat senang melihatnya. Dia memeluk dan mencium (Katya) seperti manusia. Kami semua senang atas sambutan begitu hangat dan semua orang tersentuh dengan pertemuan itu," katanya.
Kebun binatang mini itu sekarang memiliki tiga ekor beruang, bersama dengan serigala, unta, kuda poni, keledai, dan seekor yak.
Editor: Anton Suhartono