Betlehem, Kota Kelahiran Yesus Diisolasi usai Konfirmasi Kasus Virus Korona Pertama
BETHLEHEM, iNews.id - Israel mengisolasi Kota Betlehem di tengah kekhawatiran virus korona. Hal itu diberlakukan setelah Palestina mengumumkan larangan masuk bagi turis selama dua pekan dan penutupan Gereja Kelahiran Yesus di Betlehem.
Langkah itu diambil setelah Palestina menyatakan tujuh kasus korona yang dikonfirmasi di daerah Betlehem, selatan Yerusalem, pada Kamis (5/3/2020).
Palestina juga mengumumkan keadaan darurat 30 hari dan pembatalan pertemuan besar.
"Semua warga Israel dan Palestina dilarang memasuki atau meninggalkan kota," demikian pernyataan kementerian pertahanan Israel, seperti dilaporkan AFP, Jumat (6/3/2020).
Israel Larang Masuk Semua Warga Prancis, Jerman, Spanyol, Austria dan Swiss
"Penutupan (wilayah) diberlakukan dalam koordinasi dengan Otoritas Palestina."
Israel mengendalikan semua pintu masuk ke Tepi Barat dari negara Yahudi itu, namun pemerintah Palestina memiliki otonomi terbatas di beberapa kota.
Palestina: Hasil Pemilu Israel Kemenangan Atas Pencaplokan dan Kekerasan
Gereja Kelahiran Yesus, yang dibangun di situs yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus, ditutup pada Kamis dan diperkirakan akan tetap tutup hingga 20 Maret.
"Kami memutuskan mencegah masuknya wisatawan untuk jangka waktu 14 hari dan mencegah hotel di semua kota menerima orang asing," kata menteri pariwisata, Rula Maayah, kepada AFP.
Kisah Dokter Palestina yang Daftar sebagai Relawan Medis Korban Virus Korona di Wuhan
Perdana Menteri Mohammed Shtayyeh mengatakan kepada televisi lokal, semua perjalanan antar wilayah tanpa izin sekarang dilarang.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, kasus-kasus itu pertama kali terdeteksi di sebuah hotel di daerah Betlehem. Semua yang terkait sudah dikarantina.
Israel Masih 'Bersih' dari Virus Korona, Netanyahu Larang Penerbangan dan Turis dari China
Kepala direktorat kesehatan setempat, Imad Shahadeh, mengatakan sekelompok wisatawan Yunani mengunjungi hotel pada akhir Februari, dan dua di antaranya kemudian didiagnosis positif virus korona.
Asbed Balian, pendeta senior di Gereja Kelahiran Yesus, mengatakan pengunjung yang terinfeksi memasuki situs tersebut.
"Orang-orang yang terkena dampak korona mengunjungi gereja," katanya, kepada AFP.
"Gereja akan ditutup selama 14 hari dan mereka akan menyemprotkan antiseptik."
Sekolah, universitas, dan masjid di Bethlehem juga ditutup pada Kamis.
Israel, yang sejauh ini memiliki 16 kasus vorus korona, memberlakukan langkah-langkah tegas pada banyak negara Eropa dalam upaya menahan penyebaran virus korona.
Israel juga membatalkan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat di Jerman.
Editor: Nathania Riris Michico