Biadab! Profesor Matematika Israel Rencanakan Pembantaian Ratusan Orang Arab
Untuk melancarkan aksinya, profesor itu memperoleh sejumlah foto udara Kota Bedouin Tuba-Zangariyye di wilayah utara Israel pada Maret 2023. Dia juga mengunjungi lokasi tersebut beberapa kali untuk mengidentifikasi rute akses dan jalur serangan yang dianggapnya strategis.
Rencana tersebut melibatkan 72 penyerang Yahudi bersenjata, dibagi menjadi 12 kelompok beranggotakan masing-masing enam orang, untuk menyerang pusat-pusat populasi Arab secara serentak menggunakan senjata api dan kapak, dengan bantuan dari simpatisan kalangan militer.
Rencana itu memperkirakan 600 hingga 700 korban jiwa serta mensyaratkan agar setidaknya separuh dari penyerang, termasuk sang profesor, memiliki izin kepemilikan senjata api.
Dokumen tersebut juga menetapkan target serangan yang mencakup perempuan dan anak-anak, serta menginstruksikan agar serangan disiarkan secara langsung di media sosial guna mendorong warga Arab melarikan diri dari Israel dan wilayah pendudukan Tepi Barat.
Rencana itu juga mencakup upaya mengajak tentara, polisi, pemukim Israel, dan pelaku kriminal untuk turut serta dalam serangan setelah aksi tersebut dimulai.
Warga Arab-Israel mencakup sekitar 21 persen dari total populasi Israel yang berjumlah lebih dari 10 juta jiwa.
Editor: Anton Suhartono