Bill Gates Minta Maaf Berhubungan dengan Predator Seks Jeffrey Epstein: Saya Bodoh!
WASHINGTON, iNews.id - Miliarder Amerika Serikat (AS) pendiri Microsoft Bill Gates menyesal telah berhubungan dengan predator seks anak Jeffrey Epstein. Gates mengakui pernah menghabiskan waktu bersama Epstein.
Pernyataan itu disampaikan Gates setelah Departemen Kehakiman AS merilis sekitar 3 juta dokumen terkait kasus Epstein pada pekan lalu. Nama Gates terungkap dalam email.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Australia, 9News, Gates juga membantah melakukan kesalahan, meski memiliki hubungan dengan dekat dengan Epstein. Dia menepis tuduhan pernah tinggal di Pulau Epstein, tempat dugaan pelecehan anak dan perdagangan manusia terjadi.
“Memang benar bahwa saya hanya hadir di acara makan malam. Saya tidak pernah pergi ke pulau itu, saya tidak pernah bertemu perempuan mana pun,” kata pria 70 tahun tersebut, dikutip Kamis (5/2/2026).
Duh, Puluhan Foto Telanjang Remaja Perempuan Korban Epstein Dirilis Departemen Kehakiman AS
Dia juga mengaku bodoh pernah berhubungan dengan Epstein.
"Saya bodoh menghabiskan waktu bersamanya. Saya adalah salah satu dari banyak orang yang menyesal pernah mengenalnya," tuturnya.
Dikaitkan dengan Predator Seks Epstein, Anwar Ibrahim: Sama Sekali Tak Ada Hubungan
Gates juga menolak tuduhan tetkait email yang ditulis Epstein pada 2013, termasuk kumpulan dokumen Departemen Kehakiman terbaru yang dirilis pada Jumat pekan lalu.
“Rupanya, Jeffrey menulis email kepada diri sendiri. Ah, email itu tidak pernah dikirim. Email itu palsu,” kata Gates, merujuk pada dokumen email yang mencantumkan namanya.
“Jadi, saya tidak tahu apa yang dipikirkannya saat itu. Itu hanya mengingatkan saya bahwa setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya sesali, dan saya minta maaf telah melakukan itu,” ujarnya, lagi.
Epstein ditemukan tewas di penjara Kota New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.
Dia mengaku bersalah di pengadilan Negara Bagian Florida dan dijatuhi hukuman karena menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi pada 2008.
Editor: Anton Suhartono