Bisnis Keluarga Razan Al Najjar Ambruk karena Tokonya Dibom Israel
JAKARTA, iNews.id - Aktivis kemanusiaan Indonesia yang berada di Gaza, Palestina, Muhammad Husein, menceritakan bagaimana kondisi keluarga relawan medis yang ditembak mati sniper Israel, Razan Al Najjar.
Husein sempat bertakziyah ke keluarga perempuan berusia 21 tahun itu di Desa Khujaah, Khan Yunis, Minggu (3/6), dan berbincang dengan ayah almarhumah, Ashraf Al Najjar.
Menurut Husein, Razan lahir di keluarga yang sederhana. Dia tinggal bersama orangtua dan lima adiknya.
"Keluarga mereka saat ini tergolong sangat sulit ekomoninya. Ayah Razan seorang pedagang parfum. Dia empat memiliki toko parfum, namun pada 2014 hancur terkena serangan udara F-16 milik Israel. dan sampai saat ini belum bisa dipulihkan," kata pria yang sudah bermukim di Gaza sejak 2011 itu, melalui akun media sosialnya.
Dalam laporan lain disebutkan pula ayah Razan pernah memiliki toko suku cadang di Khan Yunis, namun hancur akibat pengeboman Israel dalam perang 2014.