Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Siapkan Rencana Usir Seluruh Warga Gaza, Tunggu Restu AS
Advertisement . Scroll to see content

Blak-blakan, Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan Tinggalkan AS

Kamis, 03 September 2026 - 07:02:00 WIB
Blak-blakan, Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan Tinggalkan AS
Donald Trump senang Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, telah meninggalkan AS (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Setikat Donald Trump senang Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, telah meninggalkan AS. Ironisnya, Trump juga mengatakan jika dirinya bagian dari keluarga kerajaan Inggris, tak akan menerima pasangan itu kembali.

Harry (41) dan Meghan (45), bersama dua anak mereka, memutuskan pulang ke Inggris untuk melanjutkan hidup mereka setelah tinggal di AS sejak 2020.

Trump menuduh Meghan bersikap sangat tidak hormat kepada mendiang Ratu Elizabeth II.

"Saya senang mendengarnya. Saya bukan penggemar mereka," ujar Trump, kepada para wartawan di Ruang Oval saat ditanya pendapatnya mengenai pulanya Pangeran Harry dan Meghan, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/9/2026).

"Menurut saya, mereka memperlakukan keluarga kerajaan dengan sangat tidak hormat. Saya tidak menyukainya. Saya tidak suka cara dia bersikap. Menurut saya, dia sangat tidak hormat kepada Ratu dan Raja Charles," ujarnya, lagi.

Harry tampaknya telah berdamai dengan ayahnya, Raja Charles III, terlihat dalam beberapa kunjungan terakhirnya ke Inggris. Mereka sempat bertemu saat Harry pulang pada Juli lalu.

Namun, Harry dilaporkan belum berdamai dengan Pangeran William, kakaknya sekaligus pewaris takhta, serta istri Pangeran William, Kate Middleton.

Trump melanjutkan, tidak akan bersikap semudah itu dalam memberikan maaf.

"Mungkin saya berbeda. Saya tidak akan menerima dia kembali, bukan? Jika saya menjadi keluarga kerajaan, saya tidak akan menerima mereka kembali," ujarnya.

Trump sebelumnya pernah terlibat saling sindir dengan Meghan dalam beberapa kesempatan.

Menjelang kunjungan kenegaraan ke Inggris pada 2019 di masa jabatan periode pertamanya sebagai presiden AS, Trump membantah pernah menyebut Meghan "jahat", meski komentar tersebut terdengar jelas dalam rekaman wawancara dengan sebuah tabloid.

Sebaliknya, Meghan juga pernah mengkritik Trump saat kampanye Pilpres AS 2016, dengan menyebutnya sosok "misoginis" dan "pemecah belah."

Trump kembali terusik dengan komentar Meghan menjelang Pilpres AS 2020. Saat itu Trump memberikan komentar menohok bahwa dia bukan penggemar Meghan.

"Saya mendoakan keberuntungan untuk Harry, karena dia akan membutuhkannya," katanya, saat itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut