Bom Ambulans di Afghanistan Tewaskan 95 Orang, Warganet Frustasi
"Bagaimana kami bisa tinggal di rumah atau bekerja? Akankah kami bisa bertemu teman lagi dan menangis atau kami harus memaksa diri untuk membuat harapan? Bagaimana Anda memulai hari Anda di Kabul?"
Warganet lainnya, Naser Danesh, mengatakan, "Di Kabul memulai hari tanpa ledakan merupakan sebuah kejutan. Kami hanya bisa membayangkan akan ada hari seperti itu."
Di Facebook, warganet Naweed Qaderi, mengatakan, "Sangat memalukan bagi pemerintah, mereka berulang kali gagal melindungi warga. Para pemimpin harus kehilangan anak dulu untuk bisa merasakan sakitnya perasaan masyarakat yang malang ini."
Pelaku bom bunuh diri yang menggunakan mobil ambulans melewati satu pos pemeriksaan di sebuah lokasi di pusat kota yang banyak terdapat kantor lembaga-lembaga asing, termasuk perwakilan Uni Eropa.
Pelaku sempat mengatakan kepada penjaga pos agar diizinkan masuk karena sedang membawa pasien ke RS Jamhuriat. Mobil ambulans yang dibawa pelaku lalu meledak di pos menjagaan kedua. Kuatnya ledakan mengguncang kaca jendela di bangunan-bangunan yang berjarak dalam radius 100 meter dari titik ledakan. Sementara bangunan di sekitar titik ledakan runtuh.
Lokasi ledakan dipenuhi dengan para korban yang bergeletakan di jalan. Kebanyakan dari mereka merupakan warga sipil. Sejauh ini polisi sudah menahan empat orang orang yang diduga terlibat. Pemerintah menyalahkan Jaringan Haqqani yang merupakan afiliasi Taliban berada di balik serangan ini.
Editor: Anton Suhartono