Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani
Analis China menilai, kesuksesan Zhang tidak hanya berasal dari popularitas aplikasi media sosial milik ByteDance. Perusahaan itu dinilai mampu mengubah keunggulannya dalam distribusi konten, data, algoritma, dan basis pengguna menjadi kekuatan baru dalam mendistribusikan produk AI.
Pendapatan global ByteDance pada 2025 disebut mencapai sekitar 200 miliar dolar AS, naik 29 persen secara tahunan. Sementara laba bersih perusahaan meningkat 27 persen menjadi 42 miliar dolar AS.
Pada periode yang sama, pendapatan ByteDance dari pasar luar negeri melonjak hampir 50 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sekitar 20 persen di pasar domestik.
Di tengah tekanan politik yang terus berlangsung di Amerika Serikat (AS), TikTok juga tetap memiliki basis pengguna yang besar di negara tersebut. Sepanjang 2025, aplikasi itu tercatat memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS.
Selain TikTok, ByteDance kini memperluas bisnisnya ke sektor AI melalui sejumlah produk, termasuk chatbot AI Doubao dan generator video Seedance.
Editor: Aditya Pratama