Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak
Advertisement . Scroll to see content

Bos CIA Bakal Sambangi Qatar, Bahas Proposal Gencatan Senjata Gaza

Rabu, 05 Juni 2024 - 14:04:00 WIB
Bos CIA Bakal Sambangi Qatar, Bahas Proposal Gencatan Senjata Gaza
Direktur CIA, William Burns. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id - Direktur CIA Bill Burns akan melakukan perjalanan ke Doha dan bertemu Perdana Menteri Qatar, Muhammad bin Abdulrahman al-Thani. Kunjungannya ke negara Arab itu untuk membahas proposal gencatan senjata terbaru di Gaza dan tanggapan kelompok Hamas.

Stasiun televisi Mesir, al-Qahera, pada Selasa (4/6/2024) melaporkan bahwa delegasi Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat akan mengadakan pertemuan di Doha pada Rabu ini untuk membahas cara untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata di Jalur Gaza.

"Masalahnya sekarang adalah apa yang akan dilakukan Hamas. Dan Bill Burns akan berada di Doha untuk berkonsultasi dengan Perdana Menteri Qatar, Syekh Muhammad, karena Syekh Muhammad, serta Emir Qatar (Syekh Tamim Bin Hamad al-Thani) yang berbicara dengan Presiden Biden (Presiden AS Joe Biden) kemarin, telah melakukan diskusi ekstensif dengan Hamas," kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, kepada wartawan, Selasa (4/6/2026).

"Bill Burns akan sangat tertarik untuk mendengar langsung apa tawaran dari diskusi ini dan apa yang akan terjadi selanjutnya," ujarnya.

Pada Jumat (31/5/2024) lalu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan proposal gencatan senjata tiga tahap untuk konflik Gaza. Menurut proposal tersebut, pada fase pertama gencatan senjata selama enam minggu (42 hari), pasukan Israel akan menarik diri dari semua "wilayah berpenduduk" di Gaza. Sementara pada saat yang sama, sejumlah tawanan Israel (termasuk lansia dan perempuan) akan dibebaskan pada Agustus dan ditukar dengan ratusan tahanan Palestina.

Berdasarkan rencana itu, Hamas dan Israel akan melakukan negosiasi pada fase yang sama mengenai gencatan senjata permanen yang menurut Biden akan bertahan sepanjang Hamas memenuhi komitmennya.

Pada tahap kedua, Biden mengatakan akan ada pertukaran seluruh tawanan Israel yang masih hidup, termasuk tentara laki-laki zionis. Pada saat itu, pasukan Israel akan mundur dari Gaza, dan gencatan senjata permanen akan dimulai.

Adapun tahap ketiga dalam proposal tersebut akan mencakup rencana rekonstruksi besar-besaran untuk Gaza yang telah hancur lebur akibat perang selama delapan bulan, dan pengembalian jenazah tawanan Israel yang tewas kepada keluarga mereka.

Sullivan mengatakan, Hamas sampai kini belum menanggapi proposal gencatan senjata yang diumumkan Biden tersebut. Sementara sikap Israel terhadap proposal tersebut menurut AS sudah "tak perlu diragukan lagi".

Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan mengatakan, Israel hanya menginginkan satu fase, yaitu ketika mereka berhasil mengambil semua tawanan dari Gaza, lalu melanjutkan lagi agresi dan perang mereka terhadap rakyat Palestina.

"Kami meminta para mediator untuk memperoleh posisi yang jelas dari pendudukan Israel agar berkomitmen terhadap gencatan senjata permanen dan penarikan penuh (pasukannya dari Gaza)," ujar Hamdan.

Qatar, bersama Amerika Serikat dan Mesir adalah mediator yang menengahi perundingan antara Hamas dan Israel.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut