Brasil Setop Rilis Data Korban Virus Corona, Terakhir di Posisi Ke-2 Dunia

Anton Suhartono ยท Minggu, 07 Juni 2020 - 12:28:00 WIB
Brasil Setop Rilis Data Korban Virus Corona, Terakhir di Posisi Ke-2 Dunia
Brasil menghentikan perilisan data resmi korban virus corona (Foto: AFP)

RIO DE JANEIRO, iNews.id - Pemerintah Brasil secara mengejutkan tak lagi mengumumkan jumlah korban terinfeksi maupun meninggal akibat virus corona, terhitung sejak Sabtu (6/6/2020).

Keputusan Brasil ini dianggap oleh kritikus sebagai upaya untuk menyembunyikan jumlah korban sebenarnya mengingat posisi negara tersebut yang kini menyodok ke urutan 2 dan 3 dunia, masing-masing untuk kasus infeksi dan kematian.

Langkah ini juga muncul setelah para ahli menghujani pemerintah dengan kritik soal data statistik sebenarnya dari jumlah korban. Mereka menganggap fakta sebenarnya seputar wabah Covid-19 tidak akan pernah terungkap.

Angka terakhir kasus kematian akibat Covid-19 di Brasil menembus 34.000 orang atau berada di peringkat ke-3 dunia di bawah Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Sementara kasus infeksi hampir 615.000 penderita, menempatkannya di posisi kedua tertinggi di dunia, di bawah AS.

Pada Jumat, Kementerian Kesehatan Brasil menghapus situs web yang biasa melaporkan penambahan harian, mingguan, dan bulanan kasus infeksi dan kematian di tingkat negara bagian maupun nasional.

Pada Sabtu, situs web itu kembali muncul namun sudah tidak ada lagi jumlah kasus di tingkat negara bagian maupun nasional. Situs ini hanya menampilkan penambahan kasus dalam 24 jam terakhir.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dalam cuitannya mengatakan perilisan jumlah total kasus tidak mewakili kondisi negara saat ini.

Surat kabar pro Bolsonaro, O Globo, melaporkan, ada beberapa negara bagian memalsukan data atau melebih-lebihkan jumlah korban ke kementerian.

Pejabat di kementerian kesehatan Carlos Wizard mengatakan pemerintah federal akan mengevaluasi kembali jumlah korban sehingga yang ditampilkan akan lebih akurat.

"Data yang kami miliki hari ini adalah fantastis atau dimanipulasi," kata Wizard, dkutip dari Associated Press, Minggu (7/6/2020).

Kondisi ini menjadi hambatan bagi para ahli kesehatan dan epidemologi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Para akademisi dan pakar independen sangat terganggu dengan kondisi data statistik karena banyak pihak yang bermain.

"Sangat sulit untuk membuat prediksi yang dapat diandalkan. Kami tahu angkanya buruk," kata Fabio Mendes, profesor di Universitas Federal Brasilia.

Editor : Anton Suhartono